Tasmilah: Tolong Kami, Pak Sujadi! Lahan Garapan Diduga Dirampas Tim 20

PRINGSEWU- Dua warga Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu turun ke lokasi dan menindaklanjuti yang menjadi keluhan mereka.

Permintaan tersebut seperti disampaikan Hj. Tasmilah, warga Dusun Madaraya, yang lahan garapannya kini sudah dirampas dan berpindah tangan.

“Saya bisa miliki lahan itu, dulunya dapat dari membeli di tahun 1952. Saya punya bukti surat-surat pembelian sawah dan pembayaran pajaknya,” ungkap Tasmilah, Selasa (28/1).

Menurutnya, sawah yang dibelinya lalu ditanami padi hingga tahun 1992. Diluar dugaan, datang salah seorang dari panitia tim 20 yang meminta, setiap petani penggarap untuk menebus kembali, sawah yang sudah mereka garap sebesar Rp7.000.000.

Baca Juga :  Sektor Ekonomi Terdampak Covid-19 Mulai Bangkit Menyerap Kredit

“Saya menolak dan tak mau bayar. Masa iya, saya harus menebus sawah saya sendiri. Padahal sawah itu dulunya saya dapet beli,” beber Tasmilah.

Upaya penolakan Tasmilah bukan tak mendasar. Sebab, selain ia memiliki bukti surat pembelian dan tebang. Dia juga memiliki lembar peta yang menegaskan, kalau sawah miliknya tak masuk kedalam kawasan register 22 Way Waya.

“Sejak itu, sawah dirampas oknum anggota tim 20 dan saya tak bisa lagi menggarap. Saat ini, sawah itu juga sudah berpindah tangan ke penggarap lain,” bebernya.

Tasmilah mengaku, belum lama ini ia sempat mendatangi Kantor Kecamatan Pagelaran Utara guna menyampaikan yang menjadi keluhan dan harapannya.

Baca Juga :  Sekdaprov Buka Rakor Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Wilayah Lampung

“Dua kali saya mendatangi kantor Kecamatan Pagelaran Utara, dengan harapan bisa ketemu pak camat. Tapi, tak juga bisa ketemu”, ungkap Hj.Tasmilah.

Bahkan, sebut Tasmilah, ia sempat meminta pegawai kecamatan setempat merekam pernyataan yang menjadi harapannya agar disampaikan kepada Camat Pagelaran Utara.

“Tapi saya tak taHu, apakah rekaman itu disampaikan atau tidak kepada pak camat. Sebab, sampai sekarang, belum ada perwakilan dari kecamatan yang datang dan menemui saya”, ujarnya.

Selain Tasmilah, Kamsini, warga Pekon Madaraya lainnya, juga bernasib sama. “Sawah saya juga dirampas pak. Kebetulan, sawah saya bersebelahan dengan sawah ibu Tasmilah,” ucap Kamsini saat ditemui di kediamannya.

Tasmilah dan Kamsini berharap agar Bupati Pringsewu bisa memfasilitasi yang menjadi harapannya.

Baca Juga :  Riana Arinal Salurkan Sembako ke Masyarakat di 3 Lokasi di Bandarlampung

“Kami minta, pak Sujadi bisa turun ke sini (Madaraya) dan mengembalikan lahan garapan kami yang sudah dirampas,” ujar Tasmilah. (son)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.