Tarmizi Keberatan atas Swab Antigen Mandiri bagi Warga Bintan yang akan ke Tanjungpinang

  • Whatsapp
Penerapan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di Kota Tanjungpinang. Ist

TANJUNGPINANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Tarmizi keberatan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Walikota Tanjungpinang dalam penerapan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, Anggota Dewan dari Partai Hanura ini menilai kebijakan wajib menunjukkan wajib Rapit antigen bagi warga Bintan yang ingin Ke Tanjungpinang itu dinilai memberatkan warga.

“Masyarakat bintan yang hendak ke Tanjungpinang. Baik itu, untuk keperluan pribadi mau pun warga bintan yang bekerja di Tanjungpinang seperti tukang bangunan dan lain lainnya yg di wajibkan swab antigen dengan biaya 150 ribu Rupiah, tentunya ini sangat memberatkan masyarakat apalagi dengan kondisi ekonomi yang serba sulit saat sekarang ini,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Rabu(14/7) malam.

Baca Juga :  Danrem 033/WP Tinjau Karantina PMI di Rusun BP Batam

Untuk itu, Ia meminta Bupati Bintan dan Walikota Tanjungpinang dapat duduk bersama mencari solusi atas masalah ini.

“Karena yang terkena PPKM darurat itukan Tanjungpinang. Jadi seharusnya warga Tanjungpinang yang mau ke Bintanlah yang harus Rapid Antigen bukan malah sebaliknya,” tutupnya.

Sebelumnya Selama PPKM Darurat, akses menuju dan dari Tanjungpinang akan semakin diperketat. Petugas yang berjaga di kilometer 16, perbatasan Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan, meminta warga yang melintas agar menunjukkan hasil swab antigen.

Apabila tidak biisa memperlihatkan surat tersebut, warga akan diminta melakukan tes antigen di tempat menggunakan biaya sendiri.

Pengendali Pelaksanaan Kegiatan Lapangan Perbatasan Tanjungpinang Bintan, Ipda Young Risa menjelaskan, pelaksanaan swab antigen berbayar tersebut baru berlaku hari ini.

Baca Juga :  ACP "Bang Ansar Mundur Saja Lah"

“Pelaksanaan ini atas perintah wali kota (Tanjungpinang), hari ini baru berlaku. Dasarnya mengikuti persyaratan seperti jalur laut dan udara, menggunakan antigen,” ujarnya saat ditemui di lokasi. (*)

Pos terkait