Tarif Rp. 200 ribu, Penumpang Tobelo-Sofifi Protes, Ini Alasannya

 

TOBELO HALUT  -Sejumlah penumpang kendaraan roda empat, atau mobil lintas Tobelo – Sofifi keluhkan harga tarif sewa angkut yang mencari Rp 200 ribu.

Walaupun jarak tempu antara Kabupaten Halmahera (Tobelo), ke Ibu Kota Provinsi Maluku Utara (Sefifi), diketahui sangat jauh, mamun sejumlah penumpang menganggap patokan harga tersebut terlalu besar.

Menariknya, hal ini diungkapkan NS salah satu penumpang yang berusia 63 tahun, dipangkalan mobil lintas Tobelo-Sofifi, Desa Gosoma (Komplek Kali Seratus), Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Selasa (14/06/2022).

“Saya tidak mau bayar 200 ribu, Kalau ngoni (anda) paksa bayar 200 ribu lebih baik saya turun saja. Karena saya baru kemarin dari Sofifi, saya bayar hanya 150 ribu dan saya juga tau tarif 150 ribu saja perpenumpang, kenapa hari ini torng harus bayar 200 ribu”, keluhnya. (Sabtu, 11/06/2022).

Bahkan, keberatan yang sama juga oleh penumpang lainnya setelah mengetahui harga angkut meningkat sampai pada tarif Rp 200 ribu, sehingga langsung menyapaikan protes pada sejumlah sopir lintas yang berada ditempat tersebut.

Suasanapun makin memanas, saat Mifta Hamam, yang juga salah satu sopir lintas yang berada di pangkalan mobil tersebut, dengan suara lantang mengatakan, tarif/tiket Tobelo-Sofifi itu 200 ribu, kalau penumpang tidak mau dengan besarnya tarif itu, mobil lintas tidak akan jalan. “kalau penumpang tidak mau membayar 200 ribu perorang, samua sopir lintas Tobelo-Sofifi tidak usah jalan”, katanya dengan nada keras.

Sementara ditempat yang sama, Nayat Muhaimin, yang juga sebagai penasehat Organda Halut, mobil lintas Tobelo-Sofifi, langsung memberikan keterangan, menurut nya, sopir lintas Tobelo-Sofifi agar tidak memaksakan penumpang membayar tarif sebesar 200 ribu/orang. Pasalnya, belum ada regulasi dari Pemerintah Provinsi atas kenaikan tarif itu.

Nayat bilang, sampai saat ini belum ada regulasi untuk menaikan tarif Tobelo-Sofifi. Tarif yang ada ini masih tetap berlaku SK Gubernur tahun 2019 sebesar 120 ribu/penumpang.

“Dan SK Gubernur ini adalah SK yang dikeluarkan pemerintah Provinsi Maluku Utara saat Pandemi Covid-19, dengan pembatasan penumpang, bukan Karena Kenaikan harga BBM saat ini.

Dan tarif 150 ribu/penumpang saat ini adalah hanya sebuah kebijakan dari 120 ribu dibulatkan menjadi 150 ribu. Jadi untuk teman-teman sopir jangan memaksakan penumpang untuk membayar lebih dari 150 ribu sampai 200 ribu. Kalaupun ada yang membayar 200 ribu itu adalah keikhlasan dari penumpang tetapi jangan diminta”, Tegas Naya.

Lanjut Nayat, “Kami akan melakukan pertemuan dengan pihak Pemda Halut untuk meminta, kalau bisa menyediakan BBM jenis Pertalite khusus untuk sopir mobil penumpang lintas Tobelo-Sofifi sebanyak 5 ton perhari. Sehingga, sopir lintas ini tidak lagi harus mengantri dalam waktu yang lama di SPBU. Kalau tidak, teman-teman sopir ini harus mengantri dan ini membuang-buang waktu. Olehnya itu, kami minta kepada Pemda Halut untuk bisa memfasilitasi permintaan kami ini”, Ucapnya.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Asisten III Pemkab Halut bidang Perekonomian dan Pembangunan Yudhihart Noya, mengatakan, tarif lintas Tobelo-Sofifi adalah kewenangan Gubernur dan ini sudah menjadi kesepakatan tarif itu sebesar 150 ribu. “Karena ini juga berada diwilayah Halut, maka kami akan menindak tegas sopir lintas Tobelo-Sofifi yang menaikan tarif diatas 150 ribu per penumpang”, tegasnya, (Selasa,14/06/2022).

Yudhihart juga mengatakan, persolan keinginan Organda yang meminta pasokan khusus BBM jenis Pertalite untuk mobil penumpang lintas Tobelo-Sofifi akan dibicarakan bersama pihak SPBU. “Persoalan kuota khusus Pertalite untuk Mobil penumpang plat kuning lintas Tobelo-Sofifi sebesar 5 ton perhari ini, akan kami bicarakan dengan pihak SPBU”.

Pos terkait