Tangkap Penganiayaan Wartawan, BALAK : Pelaku Harus Bertanggung Jawab dan Klarifikasi Bahasa Provokatifnya

  • Whatsapp
BALAK

Terkait Tindak Pidana Pemukulan Wartawan Oleh Pemilik Media Gerbang Sumatra 88 Defri Zen beserta Beberapa wartawannya mendapatkan tanggpan beragam dari Pelbagai Elemen terutama Saat terlontar kalimat ” Mana Saudara mu yang Wartawan Dan LSM itu Bawa Sini” saat terjadinya pemukulan.

Komentar datang dari Idris Abung Koordinator Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan BALAK yang mengatakan bahasa yang dilontarkan oleh Defri Zen jelas tak sepatutnya di lontarkan oleh Seorang yang Notabene Pemilik Media Gerbang Sumatra 88, Sebab Bahasa yang Dilontarkan Jelas sangat provokatif.

“Yang pasti selaku, pimpinan Media Gerbang Sumatra 88 Beliau tidak sepantasnya main Hantam kromo terhadap sesama wartawan, ini negri hukum. Dan pelaku pemukulan ini harus berani mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

“Pertama Kalimat yang dilontarkan jelas sangat Provokatif dan dapat membuat ketersinggungan sehingga akan menciptakan Disharmonisasi di lingkungan Sesama Insan Pers dan LSM karna kalimat yang terlontar itu memiliki makna Abigu, jika merujuk dari kalimat ” Mana saudara mu yang Wartawan dan LSM bawa sini” sementara yang di maksud Wartawan dan LSM oleh pelaku pemukulan itu siapa”

Kedua, Secara Hukum Kitab undang undang Pidana kalimat itu bisa saja bermakna pelecehan, penghinaan Atau pengancaman, sebab ucapan itu terlontar di barengi Adanya unsur Kriminal dalam bentuk pemukulan ke seseorang yang berprofesi Wartawan..

Sehingga wajar jika perbuatan Defri zen Selaku pemilik Gerbang Sumatra 88 menuai kecaman keras terutama dalam pokok materi penafsiran kalimat bahasa yang telah terlontar tersebut.

“Sehingga saya meminta dan berharap kepada pihak kepolisian pegak aparat Hukum untuk segera mengamankan, menangkap siapa saja yang terlibat dalam pemukulan dalam upaya pencegahan adanya disharmonisasi, serta melakukan pegakan supremasi hukum tanpa “Tebang Pilih” karna di harapkan adanya penyelidikan pemeriksaan unsur pemukulan dan motivasi bahasa yang di lontarkan nya mengarah kemana Kesiapa mengapa sampai demikian,” ujar Idris Abung.

Pos terkait