Suket Swab Antigen di Pelabuhan Bakauheni Diduga Jadi Lahan Bisnis

  • Whatsapp
Ilustrasi

Saat Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK), BARIKADE 98 dan beberapa awak media cetak melakukan perjalanan dari Bakauheni menuju merak mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari petugas Penjaga Palang Masuk menuju Kapal.

Saat menyerahkan Tiket petugas itu menanyakan surat Swab Antigen meski penumpang telah menunjukkan Surat tanda vaksin tapi petugas yang tidak diketahui namanya itu tetap ngotot wajib ada surat Swab Antigen.

“Nggak bisa pak ini aturan pelabuhan, harus punya surat swab, kalau bapak mau mendapatkan surat swab bapak silahkan keluar lewat sini nanti bisa swab di puskesmas, Dokter Paul” kata sang petugas.

“Saat kami menanyakan mana himbauan atau sosialisasi wajib memiliki Surat keterangan Swab antigen ketika ingin melakukan penyebrangan petugas melpar persoalan ke pihak KP3 pelabuhan Bakauheni ‘Bapak silahkan ke pihak KP3 Saja ya tanyakan kesana,” jelasnya ringan.

Baca Juga :  Tidar Lampung Segera Gelar Musdalub

Meski akhirnya mengalah akhirnya kami pun menuju pintu keluar untuk mendapat kan surat keterangan Swab yang di jelaskan petugas Karna memburu waktu menuju jakarta. Keanehan pertama yang kami temui adalah ada beberapa pria yang menunggu, di perempatan yang seakan telah mengetahui jika kami belum memiliki keterangan Swab Antigen.

Pria pria itu saling berebut kendaraan yang kemudian menjadi penunjuk jalan untuk menuju Dokter yang dituju,sesampai di lokasi ternyata Dilokasi sudah ramai calon penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi yang belum memiliki surat keterangan Swab antigen.

Dilokasi terlihat 2 orang petugas medis satu bertugas melakukan pemeriksaan, kedua mendata penumpang dan memanggil untuk dilakukan pemeriksaan Swab Antigen. Dalam hitungan 1-2 menit hasil Pemeriksaan berikut Surat keterangan Swab telah keluar dan membayar biaya sebesar 109 ribu per orang.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Bersama Prajurit dan PNS Jaga Kebugaran dengan Berolahraga

Saat menunggu giliran kami sempat berbincang dengan beberapa orang penunjuk jalan hal yang membuat Kami terkejut ternyata para penunjuk jalan tersebut mendapatkan imbalan biaya antar lokasi.

Terkait besaran nilai imbalan yang diterima Pria yang enggan menyebut nama itu tidak menjelaskan detail dirinya hanya mengatakan ” lumayan lah pak buat ngopi dan rokok” ungkapnya.

Hal inilah yang membuat Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan BALAK angkat bicara ” Tentu kami merasa miris dengan kejadian ini. Sebab, di balik gencarnya pemerintah menyoal dan mensosialisasikan Pentingnya Vaksin tapi ada pihak yang tidak memberlakukan kartu Vaksin.

Kedua kami menilai adanya kewajiban kepada penumpang memiliki keterangan Swab tentu sangat memberatkan Karna penumpang akan mengeluarkan biaya tambahan.

Baca Juga :  Korem 043/Gatam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

Melihat fenomena seperti ini tentu kita bisa menilai jika hal ini merupakan indikasi seolah Surat keterangan Swab antigen menjadi lahan bisnis yang menggiurkan.

Lalu untuk apa masyarakat melakukan vaksin jika kartu keterangan Vaksin tidak berlaku, lalu apakah dokter dan petugas yang melakukan Swab ini adalah Dokter yang telah mendapat izin melakukan pemeriksaan Swab Antigen ataukah memang semua Dokter boleh melakukan pemeriksaan Swab antigen” tutup Idris Abung. (*)

Pos terkait