Sosialisasi Perda No 1 tahun 2020 di Kalurahan Kemiri

  • Whatsapp
Sosialisasi Perda no 1 tahun 2020 di Kalurahan Kemiri

Gunungkidul – Sosialisasi Peraturan daerah no 1 tahun 2020 tentang penyelenggaraan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan dilaksanakan pada hari selasa 26 oktober 2021 di balai kalurahan Kemiri oleh Anggota DPRD kabupaten Gunungkidul dan DP3AKBPMD Gunungkidul di hadiri pamong kalurahan kemiri dan lembaga kalurahan.

Anggota DPRD Gunungkidul yang hadir adalah Suwignyo dan Ari Siswanto menyampaikan tentang pentingnya perlindungan perempuan & anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan & anak Memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Mencegah dan menghapus segala bentuk kekerasan serta eksploitasi. Memberikan pelayanan kepada perempuan dan anak korban kekerasan, pelapor, saksi dan menguatkan korban kekerasan. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat. Kekerasan adalah setiap perbuatan yang berakibat atau dapat mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan baik fisik, seksual, ekonomi, sosial, dan psikis terhadap korban serta menjelaskan jenis-jenis kegiatan yaitu:

Baca Juga :  Sat Binmas Polres Gunungkidul gelar pembinaan dan penyuluhan Banser 

Kekerasan Fisik: adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, cedera, luka atau cacat pada tubuh seseorang, gugurnya kandungan, pingsan dan/atau menyebabkan kematian.

Kekerasan Psikis: adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.

Kekerasan Seksual, meliputi: Pertama Perbuatan yang berupa pelecehan seksual dan pemaksaan hubungan seksual wajar, kedua pemaksaan hubungan seksual dengan tidak wajar atau tidak disukai dan pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan atau tujuan tertentu.

Perbuatan yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan anak secara wajar, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial yang dilakukan oleh orang tua, wali, atau , pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhannya;

Baca Juga :  Benidiktus S, STP Tanggapi Dugaan Pelanggaran Lingkungan Hidup Gunungkidul

Perbuatan mengabaikan dengan sengaja untuk memelihara, merawat, atau mengurus anak sebagaimana mestinya yang dilakukan oleh orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhannya.

Penelantaran (lanjutan): perbuatan yang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan/perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut; dan/atau perbuatan yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

Selanjutnya menjelaskan tentang eksploitasi yaitu: Perbuatan yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain;

Perbuatan yang dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ dan/atau jaringan tubuh.

Baca Juga :  Benidiktus S, STP Tanggapi Dugaan Pelanggaran Lingkungan Hidup Gunungkidul

Memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil; dan/atau Segala bentuk pemanfaatan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari korban untuk mendapatkan keuntungan, termasuk tetapi tidak terbatas pada semua kegiatan pelacuran atau pencabulan.

Kekerasan lainnya adalah ancaman kekerasan meliputi setiap perbuatan secara melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan atau tanpa menggunakan sarana yang menimbulkan rasa takut atau mengekang kebebasan hakiki seseorang dan pemaksaan, meliputi suatu keadaan seseorang/korban disuruh melakukan sesuatu sedemikian rupa sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. (Mungkas)

Pos terkait