Soal Karhutlah, Ini Kata Walhi Lampung

  • Whatsapp

BANDARLAMPUNG- Ada 4.258 titik panas terpantau sejak awal tahun hingga 31 Juli 2019. Artinya, ada indikasi kuat kebakaran masif yang terjadi di 4.258 titik tersebut. Setidaknya ada enam provinsi yang cukup parah terdampak asap dari kebakaran hutan dan lahan, sehingga mengganggu produktivitas masyarakat bahkan sampai berjatuhan korban jiwa.

Saat ini, alat bantu masyarakat disana sangat terbatas seperti masker, harga oksigen yang melambung tinggi, bahkan aktifitas pendidikan di sekolah-sekolah sementara ini diliburkan karena pengaruh kabut asap tersebut.

Sementara itu, Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, Walhi secara nasional sedang melakukan gerakan untuk membantu korban karhutlah.

“Walhi secara nasional sedang menggalang donasi untuk korban karhutla yang terpapar asap. Karena sampai dengan saat ini masih banyak korban yang belum dapatkan bantuan baik masker maupun pengobatan intensif,” kata Irfan saat di konfirmasi Haluan Lampung via WhatsApp Rabu (18/9).

Baca Juga :  Personel Jajaran Puspomad Kawal Pergeseran Pasukan dan Materiil Latma Garuda-15

Dia menjelaskan, kalau dari aspek hukum, walhi sedang menunggu putusan incraht atas gugatan citizen lawsuite kepada Presiden RI yangg telah dimenangkan kawan-kawan CSO. “Saat ini gugatan tersebut sedang dalam proses peninjauan kembali di Mahkamah Agung,” terangnya.

Untuk di ketahui, adapun salah satu isi dari gugatan tersebut ialah presiden harus menyiapkan rumah sakit khusus untuk korban asap kebakaran hutan dan lahan tersebut.
(*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.