SMPN 1 Bandarlampung Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Lingkungan Sekolah

Bandarlampung – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Bandarlampung mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut yang saat ini sedang berkembang di Indonesia khususnya di lingkungan sekolah.

Wakil Bidang Humas dan Kesiswaan, M. A. Rifai mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis akut maupun Covid-19 pihak sekolah meminta agar para orangtua membawakan bekal untuk anak-anak mereka.

“Saat peninjauan PTM oleh Walikota, beliau mengumpulkan para guru untuk mengimbau siswa untuk disampaikan ke orang tua agar membawa bekal karena kantin belum di ijinkan untuk buka,” kata M. A. Rifai saat di wawancarai Media Haluan Lampung, selasa (17/05/2022).

Selain itu, untuk pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah pihak sekolah juga belum mengijinkan karena bertujuan untuk mencegah penyakit hepatitis yang mungkin salah satunya disebabkan oleh makanan.

Baca Juga :  Asisten III Buka Bimtek Penyusunan Masterplan "Smart City"

“Kami belum mengijinkan pedagang diluar sekolah untuk berjualan, kemarin sempat ada yang berjualan langsung kami laporkan ke kantor Kecamatan, karena pemerintah sendiri belum memperbolehkan anak-anak jajan sembarangan,” ujarnya.

Kemudian, sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung soal PTM 100 persen, akan tetapi masih terbatas dalam hal waktu jam belajar.

“Kalau normalnya pembelajaran di mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 14.20 WIB, tetapi untuk PTM saat ini dibatasi 8 jam belajar sampai pukul 12.00 WIB atau tiga puluh menit per mata pelajaran yang sebelumnya empat puluh menit per mata pelajarannya,” jelasnya.

Lalu, selain kantin yang masih nol persen, untuk kegiatan ekstrakulikuler di SMPN 1 Kota Bandarlampung juga masih nol persen.

Baca Juga :  Sat Reskrim Narkoba Polresta Bandar Lampung Amankan Pengedar Shabu

“Sampai saat ini kegiatan ekstrakulikuler masih dilarang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur, Walikota dan ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas dan juga Kepala Sekolah jadi belum ada satupun kegiatan ekstrakulikuler yang kita laksanakan,” terangnya.

Ia juga menambahkan, pihak sekolah sudah membagi tugas untuk mengawasi siswa dalam proses belajar di PTM 100 persen yang di mulai tanggal 17 Mei 2022.

“Untuk pengawasan PTM dari pihak sekolah ada wali kelas, guru piket dan juga guru mata pelajaran. Kegiatan belajar yang bertanggungjawab adalah guru mata pelajaran, ketika di awal-awal pagi yang bertanggungjawab wali kelas lalu untuk mengontrol pada saat belajar ada guru piket,” tambahnya. (Anca)

Baca Juga :  Sat Reskrim Narkoba Polresta Bandar Lampung Amankan Pengedar Shabu

Pos terkait