Skor Menteri Jokowi Versi Forum Akademisi, “Wiranto Dinilai Tak Layak Lagi Dipilih Jokowi”

  • Whatsapp

FORUM Akademisi untuk Demokrasi yang terdiri dari berbagai akademisi lintas ilmu memberi penilaian pada menteri-menteri yang bekerja di bawah Kabinet Joko Widodo (Jokowi). Skor itu diberikan dengan rentang 1 sampai 10. Forum ini berharap hasil penilain mereka menjadi acuan Jokowi memilih menteri-menterinya.

Hasil penilain Forum Akademisi disampaikan Profesor Riset bidang Perkembangan Politik LIPI Hermawan Sulistyo.

Sejumlah menteri dinilai baik, namun banyak juga juga buruk, bahkan sangat buruk.

Menteri-menteri yang memperoleh skor positif yakni Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Kelautan dan Perikanan serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Skornya 7 – 8.

Menteri-menteri itu, menurut Forum Akademisi, layak dipertahankan.

Sedangkan menteri yang mendapat skor buruk yakni Menteri Perhubungan, mendapat angka 1 – 2. Menristek Dikti dan Mendikbud serta Jaksa Agung masing masing mendapat skor 2. Sementara itu, Menko Polhukam dan Menteri Pertanian juga hanya mendapat skor 3.

Baca Juga :  Kepala Divisi Hukum AWPI Kota Bekasi Angkat Bicara Terkait Dugaan THM Melanggar PPKM Darurat

Buruknya nilai Menteri Perhubungan disebabkan rendahnya serapan anggaran di kementerian itu. Sejumlah Kebijakan pada semua sektor (darat, laut dan udara) dinilai payah. Dari aspek kecelakaan transportasi, terutama laut dan darat, juga dinilai masih memprihatinkan.

Menteri Pertahanan, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, dan Menteri Hukum dan HAM, juga dinilai kurang bekerja dengan skor antara 4 – 5.

Menkopolhukam Wiranto juga mendapat sorotan dari Forum. Wiranto dinilai tak layak dipilih lagi oleh Jokowi.

“Tidak punya ketegasan dan strategi untuk keamanan nasional,” kata Hermawan.

Di samping itu, Jaksa Agung Prasetyo juga menjadi sorotan tersendiri. Prasetyo yang diangkat dari sumber Nasdem, dipandang forum telah menyalahgunakan posisinya untuk melindungi kalangan partainya yang menjadi terduga kasus korupsi. Penilaian tersebut, kata Hermawan dilihat dari pendekatan kemampuan manajerial, daya serap anggaran, capaian dengan realitas di lapangan, dan kebijakan publik yang diterapkan. Hermawan menjamin, penilaian ini bebas dari kepentingan Politik.

Baca Juga :  Tim Investigasi AWPI Menyerahkan Laporan Resmi Terkait Dugaan Pelanggaran PPKM Darurat

“Kami tidak punya pretensi politik, karena itu, saya sebagai koordinator mensyaratkan harus ada kredensial akademik, kami non-partisan tidak ada orang partai,” ujar Hermawan.

Forum menekankan, Jokowi perlu cermat dalam memilih menteri. “Pemerintahan periode kedua Jokowi akan krusial. Jadi, Jokowi perlu menekankan kepada para menterinya untuk benar-benar melakukan afirmasi dan akseIerasi,” kata salah satu Professor Universitas Bhayangkara Kusnanto Anggoro.(VN/IWA)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.