Sikap Arogan Oknum RSUDAM Menuai Reaksi AWPI

  • Whatsapp

Bandarlampung – Entah apa yang ada dibenak oknum Staff Bidang Perlindungan Dan Pengembangan SDM RSUDAM, Anwar yang menuding sejumlah awak media yang sedang melakukan peliputan terkait pemasangan segel imbauan bayar pajak di loket parkir RSUDAM Provinsi Lampung, mengatakan media terkesan memberitakan yang merugikan pihak RSUDAM.

“Bapak-Bapak ini hanya mencari keburukan orang, sementara apa yang telah dilakukan pihak rumah sakit untuk pelayanan masyarakat tak pernah diberitakan, sementara yang buruk-buruk menjadi jualannya, akhirnya kita di adu dengan kota, seolah olah kita bermusuhan dengan kota padahal enggak, ujar Anwar dengan nada kesal.

Terkait pernyataan yang dilontarkan oleh staff Anwar, menimbulkan bermacam reaksi,salah satunya organisasi Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kota Bandar Lampung, kami mengecam tindakan arogansi yang tidak mendasar oleh oknum pegawai RSUDAM, bagaimana tidak, selama ini kami telah melakukan tugas secara berimbang, pemberitaan yang baik tentang RSUDAM selalu kami beritakan, tapi mengapa saat peliputan ini, oknum itu menjadi kebakaran jenggot, ada apa sebenarnya justru ini menjadi pertanyaan besar para awak media.

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Krakatau 2021 Polda Lampung

Oknum tersebut bagi kami telah melakukan pelecehan terhadap Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999, jelas dalam pasal 3 ayat 1, pers nasional berpungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, dan pasal 18 ayat 1, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat dan menghalangi tugas jurnalis dapat dihukum pidana 2 tahun penjara atau denda 500 juta.

“Terlepas arah tujuan tudingan tersebut di layangkan nya menjurus ke salah satu media atau bukan, saya tidak mau tau itu, karena ini menyangkut profesi jurnalis, saya rasa oknum pun harus bersifat objektif dan berfikir positif terhadap jurnalis,” Kata Refky di kantor DPC AWPI Kota Bandar lampung. Rabu (18/12)

Baca Juga :  Kuasa Hukum Lima Keturunan Bandar Dewa: Kamis Depan Sidang Terbuka Secara Elektronik

Lanjutnya, dalam waktu dekat kita akan menyatakan sikap atas tindakan arogan oknum tersebut, sekali lagi karena ini bisa di katakan suatu bentuk pelecahan terhadap profesi jurnalis.

“Jangan sembarangan lah dalam bicara, kita ini kan orang-orang terdidik, berfikir sebelum bicara itu hal paling mendasar, jangan sampe keplesat sama perkataan, pepatah mangatakan mulutmu harimau mu,”. Ujar Refky.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.