Satresnatkoba Polres Gunungkidul Ringkus Pengedar dan Pemakai Pil Sapi

  • Whatsapp
Polres Gunungkidul menggelar konferensi pers dalam rangka pengungkapan kasus peredaran Narkoba di wilayah Nglipar dan Ngawen kabupaten Gunungkidul bertempat di halaman kantor Humas Polres Gunungkidul. Ist

Gunungkidul – Humas Polres Gunungkidul menggelar konferensi pers dalam rangka pengungkapan kasus peredaran Narkoba di wilayah Nglipar dan Ngawen kabupaten Gunungkidul bertempat di halaman kantor Humas Polres Gunungkidul .

Dalam konferensi tersebut Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha menjelaskan bahwa Satresnarkoba Polres Gunungkidul berhasil menangkap AG warga Pengkol, Nglipar beserta barang bukti 439 butir pil warna putih berlogo “Y” pada hari minggu 25 juli 2021 sekitar pukul 00.15 wib.

Kemudian sekira pukul 03.30 wib petugas berhasil mengamankan AS. Dirumahnya berikut barang bukti berupa pil warna putih dengan logo “Y”/ pil sapi 100 (seratus) butir dan 690 (enam ratus sembilan puluh) butir pil warna kuning yang berlogo “mf”pil hexymer sewaktu diinterogasi AS mengakui bahwa telah menerima titipan pil sapi sebanyak 100 ( seratus) butir dan 900 (sembilan ratus) butir pil hexymer dan AS pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2021 sekira pukul 16.00 wib menjual pil hexymer kepada LL sebanyak 20 ( dua puluh ) butir dengan harga Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah). Kemudian pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021 sekira pukul 19.00 wib AS menjual lagi kepada LL sebanyak 50 ( lima puluh ) butir pil hexymer dengan harga Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah). Kemudian pada hari Sabtu tanggal 24 Juli 2021 sekira pukul 15.00 wib . AS menjual pil hexymer kepada BG sebanyak 10 ( sepuluh ) butir dengan harga Rp.40.000,- ( empat puluh ribu rupiah ). Selanjutnya AS beserta barang bukti tersebut dibawa ke Polres Gunungkidul guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Jajaran Polres Gunung Kidul Patroli Antisipasi Balap Liar di JJLS Rongkop

Selain itu AG juga mengaku telah menitipkan pil berwarna putih berlogo Y kepada AN sebanyak 1000 ( seribu butir ), dan dan selain itu petugas juga menemukan 15 ( lima belas ) butir pil hexymer milik KE yang mengaku mendapat dengan cara membeli dari AN, dan pada saat itu petugas juga berhasil mengemankan AN dirumah KE tersebut namun tidak ditemukan barang bukti, dan setalh mendapatkan informasi tersebut, petugas sung menuju kerumah AN untuk melakukan penggeledahan dan pada saat itu petugas menemukan 960 ( Sembilan ratus enam puluh ) butir berlogo ‘Y“ milik AN dan uang tunai Rp. 140.000,- (seratus enam puluh ribu rupiah) milik AN, selanjutnya AN beserta barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke kantor Polres Gunungkidul.

Baca Juga :  Badan Kesbangpol Gunung Kidul Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Tanjungsari

Masih menjadi bagian dari kelompok ini sewaktu diinterogasi AG mengakui juga bahwa sebelumnya telah menitipkan pil warna putih dengan logo “Y”/ pil sapi sebanyak 500 (lima ratus) butir kepada EH. Kemudian sekira pukul 01.00 wib petugas berhasil mengamankan EH dirumahnya berikut barang bukti berupa pil warna putih dengan logo “Y”/ pil sapi 490 (empat ratus sembilan puluh) butir berikut uang hasil penjualan sebanyak Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), dan sewaktu diinterogasi EH mengakui bahwa telah menerima titipan pil sapi sebanyak 500 (lima ratus), dan EH telah menjual pil sapi sebanyak 10 (sepuluh) butir dengan harga Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah) kepada RA.

AG juga mengaku sebelum menjual pil berwarna putih berlogo “Y”sdr AG mengemasi pil berwarna putih berlogo “Y” bersama sama dengan ERG. Kemudian setelah mendapat informasi tersebut anggota satresnarkoba langsung mengamankan ERG yang pada saat itu juga berada di Rumah KE yang beralamat di Pengkol, Nglipar, Gunungkidul. Saat diamankan ERG tidak ditemukan barang bukkti berupa pil berwarna putih berlogo “Y” akan tetapi petugas menemukan 1 (satu) buah Handphone Merk REDMI NOTE 7 warna hitam milik ERG yang sebelumnya digunakan oleh ERG untuk komunikasi dengan AG pada saat sdr AG menyuruh ERG untuk membantu mengemasi pil berwarna putih berlogo “Y”. Selain itu ERG juga mengakui bahwa ERG telah membantu AG mengemas pil berwarna putih berlogo “Y” untuk dijual.

Baca Juga :  Ini Visi dan Misi Wardoyo, Bakal Calon Lurah Pacarejo

“kelima orang tersebut merupakan pemakai dan pengedar ” paparnya.

Di jelaskan bahwa kelima tersangka di kenakan pasal 60 butir 10 UURI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang merubah dan menambah pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) UURI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan atau pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sebagai mana di ubah dan di tambah dengan UURI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja maksimal 15 tahun penjara. (Mungkas M)

Facebook Comments