Satresnarkoba Polres Bekuk DPO Sabu dan Ganja

  • Whatsapp

TANGGAMUS – Penghujung tahun 2019 ini menjadi waktu apes bagi Ibnu Oktavit alias Tamong, warga Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.

Pria yang berprofesi sebagai petani itu tak dapat lagi menghirup udara bebas dan sejuknya wilayah Gisting. Pasalnya pria 23 tahun yang tercatat sebagai DPO penyalahguna narkoba itu telah berhasil dibekuk.

Mirisnya, selama 6 bulan menjadi DPO pun ia masih terus mengonsumsi barang haram sabu dan ganja, hal itu dikuatkan hasil tes urine usai ia ditangkap.

Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, menerangkan tersangka selama ini merupakan DPO dalam perkara narkoba bersama seorang rekannya yang telah lebih dulu ditangkap.

Baca Juga :  Suket Swab Antigen di Pelabuhan Bakauheni Diduga Jadi Lahan Bisnis

“Tersangka Ibnu Oktavit bernama panggilan Tamong merupakan DPO, berhasil ditangkap pada Sabtu (7/12/2019) pagi saat berada di seputar Gisting,” terang AKP Hendra Gunawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Senin (9/12/2019).

Lanjutnya, penetapan DPO dan penangkapan tersangka tersebut, setelah pihaknya menangkap Riko Irawan pada Sabtu, 8 Juni 2019 sekitar pukul 21.00 WIB di Pekon Gisting Bawah, dengan barang bukti 1 linting ganja bekas pakai, 3 buah batang ganja dan 1 ponsel.

“Berdasarkan keterangan tersangka Riko kala itu, barang bukti narkoba berasal dari tersangka Ibnu alias Tamong,” ujarnya, seperti dilansir Saibumi.com.

AKP Hendra Gunawan menegaskan, berdasarkan pemeriksaan urine tersangka Ibnu, hasilnya dia positif mengandung sabu dan ganja.

Baca Juga :  Program Pemutihan Pajak Kendaraan Akan Berakhir

“Tersangka selama DPO juga tidak berubah, urinenya masih mengandung narkoba,” tegasnya.

Terkait pelarian tersangka, Kasat mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan tersangka, ia tidak keluar Tanggamus namun berpindah-pindah tempat masih di Kabupaten Tanggamus.

“Dia tidak kabur ke luar daerah, hanya dia dikebal licin selalu berpindah tempat, sehingga ketika kami mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku di sekitaran wilayah Gisting segera melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini, tersangka masih dalam pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringan lebih tinggi dan proses lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 111 junto 112 UU Nomor 35 Tahun 2019 ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.