Sambut Hari Listrik Nasional ke 76, PLN Peduli Bedah 6 Rumah Purnakarya

  • Whatsapp
Penyerahan bantuan bedah rumah dari PLN peduli

Bandarlampung – PLN Peduli melaksanakan program Bedah Rumah Purnakarya PLN dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke 76. Sebanyak enam rumah purnakarya PLN di renovasi dengan memanfaatkan FABA.

“Sebanyak enam rumah purnakarya PLN yang tersebar di Provinsi Lampung, direnovasi untuk menjadi rumah sehat dengan memanfaatkan FABA atau limbah PLTU, melalui Program Bedah Rumah Purnakarya PLN” ungkap Elok Faiqoh Saptining Ratri, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Rabu (13/10/2021).

Elok menambahkan bahwa kegiatan Bedah Rumah ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada purnakarya PLN yang dahulu saat masih aktif sebagai pegawai, pernah berjasa dalam melistriki sampai ke pelosok.

Selain itu, PLN Peduli Koordinator Provinsi (KORSI) Lampung juga melaksanakan penyaluran bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dialokasikan untuk perbaikan mushola, perbaikan kantor Desa Tarahan dan perbaikan jalan di desa Sinar Laut Lampung Selatan.

Baca Juga :  Giany Putri Arief Ajak Masyarakat Gunakan L Online dari Bank Lampung

Sementara, Mbah Marsih yang berusia 81 tahun, kini hidup bersama anaknya. Kehidupannya yang sederhana hanya mengandalkan dari topangan ekonomi anak-anaknya.

Mbah Marsih merupakan istri dari Wagimin, seorang Pensiunan PLN yang kini telah tiada. Dalam masa hidupnya, Wagimin pernah turut mewarnai dan berjuang dalam kelistrikan di Lampung.

Mbah Marsih kini hidup di sebuah rumah peninggalan suaminya, dengan kondisi yang sudah banyak kerusakan, bahkan atapnya sudah banyak yang bocor kalau memasuki musim hujan. Dia menghadapi kondisi yang sulit dalam memperbaiki rumahnya itu, karena harus mengandalkan anak-anaknya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dan senang sekali, PLN sudah mau bantu perbaiki rumah peninggalan bapak, trimakasih PLN,” ungkap Mbah Marsih dengan tatapan matanya yang berkaca-kaca.

Baca Juga :  Aplikasi SIARIL UIN Lampung Dinilai "GAGAL" Hingga Menuai Misteri

Hal yang sama diutarakan Suparno warga Teluk Betung Barat yang kini berusia 68 tahun. Setelah pensiun dari PLN, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Suparno beserta istrinya membuka usaha rumahan olahan kripik pisang.

Usaha yang telah dirintisnya itu, masih tergolong usaha dengan omset yang kecil. Dia membutuhkan dapur yang rapi dan bersih untuk mengembangkan usahanya itu.

Suparno sangat senang karena PLN Peduli hadir untuk merealisasikan mimpinya itu. Dengan memanfaatkan FABA, PLN Peduli membantu merenovasi dapurnya untuk menjadi dapur yang sehat dan berharap dapat mengembangkan usahanya itu.

“Terimakasih banyak untuk PLN atas bantuannya, semoga usaha kami menjadi berkembang, semoga PLN mendapat barokah,” pungkas Suparno. (Rls/Sus)

Baca Juga :  Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam Ikuti Vicon Kesehatan Tentang Serangan Jantung

 

 

Pos terkait