Reses, Warga Sinar Rezeki Adukan Keluhan

  • Whatsapp

JATI AGUNG- Anggota DPRD Lampung Selatan melalui Komisi III Fraksi PAN, Baiquni Aka Sanjaya, menyerap aspirasi masyarakat melalui reses ke I tahun 2019 di Balai Desa Sinar Rezeki, Kecamatan Jati Agung, Kamis (12/12/).

Saat reses itu, masyarakat melontarkan sejumlah keluhan terhadap terkait yang tengah mereaka hadapi di desa setempat. Misalnya, warga Sukamaju dusun c Desa Sinar Rezeki mengeluhkan penggunaan dana desa dan penerima bantuan PKH yang kurang tepat sasaran.

Pada momentum reses yang terselenggara kabupaten lampung selatan, masyarakat keluhkan penggunaan aggaran desa kurang tepat.

Rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDES) dinilai masyarakat Dusun Suka Maju C tembang pilih.

Karsono, kepala pamong desa menyampaikan, selama 3 tahun prihatin terhadap keadaan dusun C khususnya, karena penggunaan dana desa selama 3 tahun masyarakat dusun sukamaju tidak pernah merasakan sentuhan serta bantuan dari desa.

Baca Juga :  Resmi jadi Ketua DPD AWPI Lampung, Refky Akan Jadikan AWPI Organisasi yang Kompeten

Berbesa dengan warga dusun C, Desifita. Dia mengeluhkan bantuan PKH yang tidak adil,

“Terus terang saja pak dewan sampai saat ini anak tetangga saya tidak pernah mendapatkan bantuan dari desa, terlebih anaknya megidap disabilitas sehingga sangat memerlukan bantuan, ini tidak adil karena saya perhatikan kalangan menegah keatas yang sering mendapatkan bantuan PKH,” keluhnya.

Baiquni Aka Sanjaya mengapresirasi masyarakat Sukamaju Dusun c. “Menyikapi hal itu, yang pertama tentunya kita berupaya untuk mendorong itu, untuk kita cari solusi terbaiknya, dan ini akan kami sampaikan ke kabupaten siapa tau ada teman- teman yang bisa membantu untuk biaya pengobatannya,” tuturnya.

Pasalnya sejak usia 1 tahun anak ini sudah pernah mengalami operasi, sampai sekarang masih perlu secara rutin konsultasi kedokter, bukan biaya yang sedikit untuk persekali berobat bisa mengocek 300.000 sampai 500.000.

Baca Juga :  PT HIM Rampas Ruang Hidup Keluarga Lima Keturunan

“Insyaallah untuk hal seperti ini kita konsult juga bagaimanapun juga anak merupakan penerus untuk generasi selanjutnya siapapun dia kalau tidak mampu pasti kita akan bantu, jadi kamipun akan memaksimalkan diri apa yang bisa kita perbuat untuk kebaikan, tetapi dalam waktu dekat ini mengusulkan untuk prioritas penerima dalam katagori PKH,” katanya. (rif)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.