Reses Dewan Lambar, Warga Adukan Keluhan

  • Whatsapp

LIWA- Untuk menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Lampung Barat (Lambar) daerah pemilihan (dapil 4) memanfaatkan masa kerja di luar sidang (reses) selama enam hari evaluasi program pemerintah bersama aparat pekon dan masyarakat.

Reses sejak 18-23 November 2019. Hari kedua berlangsung di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, Selasa (19/11).

Dapil 4 meliputi Kecamatan Kebun Tebu, Sumberjaya, Gedung Surian dan Kecamatan Air Hitam. Tampak hadir Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Sakri, Tomi Ardi, Dedeh Rohayati, Sri Nurwijayanti, Herwan, Juhartono, Rovi Komsen, dan Azhari.

Tokoh masyarakat, Sudarman mengungkapkan, beberapa waktu lalu Bupati Lambar, Parosil Mabsus, mengatakan, bahwa dirinya antusias membangkitkan dunia olahraga di Pekon Purajaya, yakni menjadikan kampung sepak bola.

Seyogyanya hal itu dilakukan untuk menumbuhkan hal positif kaum milenial karena setiap pekon di kecamatan Kebun Tebu memiliki tim sepak bola. Ini adalah langkah bupati membantu masyarakatnya agar tak terarah ke hal Negatif.

Baca Juga :  DPRD Waykanan Gelar Paripurna Pengesahan LKPJ APBD 2019

“Wacana kampung sepak bola tak akan terealisasi jika saran dan prasarana pendukungnya tak dilengkapi. Seperti perlu adanya pembangunan talud karena sering tergenang air saat hujan dan fasilitas olahraga lainya,” jelasnya di Kantor Kecamatan Kebun Tebu.

Selain itu kata dia, terkait program bedah rumah baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah dapat memprioritaskan bantuan tersebut terhadap masyarakat yang lebih memprihatinkan terdahulu.

Dia berharap agar para wakil rakyat dapat membantu keluhan masyarakat selama ini.

Juga termasuk tiang listrik yang selama ini diidam-idamkan masyarakat setempat dapat ditambah. “Bukan listriknya tak sampai ke rumah warga, melainkan tiangnya masih kurang,” harap dia.

Terkait keluhan warga setempat, Edi Novial, menjelaskan, soal wacana kampung sepak bola dari bupati, dirinya mendukung penuh langkah tersebut. Selain mengangkat kaum milenial untuk berjalan ke hal lebih positif, juga mencetak bibit pesepak bola.

Baca Juga :  Lewat Khutbah H.Qomaru Sampaikan Pesan Ketauhidan

“Untuk talud telah dibahas dan diupayakan pada tahun 2020. “Sudah kita bahas di parlemen namun belum ketuk palu hingga tak dapat dijanjikan namun tetap diusahakan maksimal mungkin,” jelasnya.

Lalu kata Edi, bantuan bedah rumah untuk masyarakat ekonomi rendah telah diawasi maksimal agar tepat sasaran, namun dengan nilai bantuan sebesar Rp15 juta tersebut tak dapat hanya satu tahun akan selesai.

Menurutnya, selain keterbatasan anggaran juga luas wilayah Lambar tak akan merampungkan bantuan bedah rumah itu dalam satu tahun anggaran. Contoh tahun 2018 Pekon Purajaya mendapatkan 80 KK bantuan bedah rumah, sampai saat ini masih ada yang layak menerima bantuan.

“Inilah mengapa pihaknya harus sering bertatap muka, evaluasi program pemerintah agar sesuai dengan harapan masyarakat. Sehingga saya harapkan untuk bersabar jika layak pasti akan mendapatkan bantuan tersebut,” terang dia.

Baca Juga :  Wahdi Calon Walikota Metro Jadi Khatib Shalat Idul Adha

Sementara, terkait tiang listrik ada tambahan, tahun 2020 pihaknya telah membahas dan mengusulkan yang semula hanya 60 tiang. Saat ini telah kembali diusulkan mencapai 100 tiang, “nantinya jika telah disahkan akan didistribusikan dilokasi sesuai dengan kebutuhan,” katanya. (saf)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.