Ramson Siagian Berikan Bantuan Mesin Pengolahan Kopi

  • Whatsapp
Anggota DPR RI komisi VII, Ramson Siagian, mengunjungi obyek wisata Igir Kandang Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari, Dalam Rangka Reses dengan Menyerahkan Bantuan Mesin Pengolahan Kopi. Foto: Ist

Pemalang – Anggota DPR RI komisi VII, Ramson Siagian, mengunjungi obyek wisata Igir Kandang Desa Clekatakan Kecamatan Pulosari, Dalam Rangka Reses dengan Menyerahkan Bantuan Mesin Pengolahan Kopi, Rabu,(03/06/2021)

Bantuan itu di berikan tak hanya pada kelompok tani kecamatan Pulosari saja namun kepada beberapa kelompok tani/ kopi di wilayah kec Moga, dan Watukumpul.

Selain memberi bantuan,kehadiran Bung Ramson Kali ini di Pemalang dalam rangka mensosialisasikan “Program Desa Wisata berinovasi berbasis kopi Pulosari”,yang
bekerja sama dengan Kemenristek dan Unes(universitas negeri Semarang).

Kegiatan yang berlangsung di tempat terbuka tersebut,juga menghadirkan motivator untuk memaparkan berbagai strategi agar obyek wisata yang ada di Desa Desa di kecamatan Pulosari, dapat berkembang menjadi bisnis pariwisata.(bukan tempat wisata saja) ,sehingga masyarakat sekitar akan menikmati peningkatan pendapatanya akibat hidupnya dunia bisnis berbasis wisata.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 Kodim Pemalang Dibuka

Jelang berakhirnya kegiatan tersebut, anggota DPR RI komisi VII fraksi partai Gerindra tersebut, secara simbolis menyerahkan mesin pengolah kopi kepada kelompok tani Desa Siremeng.

Bung Ramson kepada wartawan ia mengatakan bahwa program unggulan yang dicanangkan di Dapilnya yang meliputi Kabupaten Pemalang,
Batang, Pekalongan dan kodya Pekalongan tentunya akan berbeda.tergantung potensi yang di miliki dan serapan aspirasi.

Salah seorang peserta giat tersebut mengatakan,kopi Pulosari saat ini sedang mengalami trend positif.beberapa pelaku UMKM di kecamatan Pulosari sudah mampu mengolah hasil tani kopinya menjadi barang siap saji.

Kita ambil contoh Suranto dari Siremeng,waris penakir, Zaenal dari Ds Pulosari dan masih beberapa orang lainya.mereka mampu mengkemas dengan kwalitas dan rasa yang tidak kalah dengan produk pabrikan.kesulitan yang dihadapi, kemungkinan legalitas merek dagang. sehingga pemasarannya terbatas pada kalangan tertentu saja.
Ini harus menjadi perhatian pemerintah melalui Dinas terkait. (tris)

Facebook Comments