PUSKAMBL Tuba Desak Winarti Ambil Langkah Tegas Pencabulan Oknum Kakam Dente Teladas

  • Whatsapp
Ketua DPD PUSKAMSBL TUBA, Rizqi Aldi

Tulang Bawang – Terkait pemberitaan tentang adanya Perbuatan Cabul Anak Dibawah umur, ternyata  membuat Gerah Dewan Pimpinan Daerah Pusat Studi Kajian Ilmiah Sejarah Budaya Lampung Kabupaten Tulang Bawang (DPD PUSKAMSBL TUBA).

Ketua DPD PUSKAMSBL TUBA, Rizqi Aldi menyatakan sangat miris dan kecewa atas kelambatan penanganan secara hukum Dugaan kasus Pencabulan, Prostitusi, Exploitasi Anak dan Human Traficking anak di Wilayah Tuba.

” Aparat Penegak Hukum dan pihak Kabupaten Semestinya jangan tutup mata, Selaku Putra Daerah Tulang Bawang tentu saya Sangat Geram ya, terlebih kasus ini melibatkan Unsur Perangkat desa yang seyogyanya dapat memberikan Contoh yang baik” kata Rizqi

“Tidak mungkin Sekelas LSM, media cetak dan media online memuat berita Hoax kan, pasti ada kebenaran dalam pemberitaan itu, jika Pemkab Dan pihak Kepolisian seolah diam dan tidak mau bertindak tegas artinya ada pembiaran dan seolah melegalkan tindak prostitusi di Tulang bawang.

“Mustahil pihak terkait tidak tahu persoalan yang telah ramai di Media cetak, Online dan Media Sosial, sementara kasus ini tentu sangat mengusik harmonisasi dan mencoreng nama Tulang Bawang  “Sai Bumi Nengah Nyappur” yang menjunjung Tinggi Nilai Adat Istiadat dan Nilai Relegius.

Ia mengatakan saat ini banyak pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait masalah ini pertama Mengapa Kepala Kampung Mahabang, Dente Teladas EM bisa mendapatkan Penangguhan Penahanan, kedua Mengapa Bupati Tulang Bawang tidak memberikan sangsi tegas dan memberikan klarifikasi bukankah kasus ini sudah bertentangan dengan Kaidah kaidah nilai adat istiadat, Relegius Agama, aturan Hukum Negara dan Aturan Daerah.

Lebih lanjut Rizqi menjelaskan bahwa perilaku EM tidak bisa di tolerir “Perilakunya jelas telah menantang aturan barang mustahil beliau selaku kepala kampung nggak paham aturan hukum perlindungan anak, artinya jika Pelaku paham aturan maka dia telah mencederai Hukum dan jika dia tidak paham, artinya Pembinaan Mental dan kepemimpinan Supervisi Dari pihak Pemkab tidak berjalan dan wajar jika di nilai bobrok.

” Lalu sejak kapan Pelaku Tindak Pidana Perzinahan pencabulan anak di bawah umur bisa mendapatkan Penangguhan penahanan, sedangkan pernikahan anak di bawah umur saja jelas jelas melanggar hukum.

” Jadi sudah barang tentu sangatlah aneh jika menikahi anak di bawah umur mendapat penahanan tapi perzinahan perbuatan cabul tidak di tahan dengan dalih penangguhan penahanan, lalu siapa yang berani menjamin si pelaku tidak melakukan perbuatan lainnya seperti melakukan pengancaman terhadap korban, penghilangan alat bukti dan lain lain sebab semua potensi kejahatan tentu ada Ujar Rizqi.

Selaku putra daerah Kabupaten tulang bawang yang notabene sdh mendapat predikat kabupaten layak anak tentunya kami selaku masyarakat berharap kepada Pihak Kepolisian pertama segera kembali menangkap dan menahan EM, kedua Kepada bupati Tulang Bawang untuk segera melakukan Tindakan dengan memberi sangsi tegas dan melakukan klarifikasi permintaan maaf kepada masyarakat TUBA Karna EM adalah bawahan Bupati yang pengawasan dan pembinaan nya langsung di bawah Bupati yang meminta pertanggung jawaban bupati ” Tegas Rizqi. (red)

Facebook Comments