PTPN VI Monitoring Hasil Produksi Unit Perkebunan

  • Whatsapp
PTPN VI monitoring Hasil Produksi Unit Perkebunan

JAMBI – Memantau laporan hasil produksi unit usaha yang di kolala sebuah perusahaan, sepertinya adalah keharusan, apalagi perusahaan perkebunan. Nah dalam memonitoring hasil produksi tiap unit perkebunannya, PTPN VI ciptakan inovasi Siedasi, agar hasil produksi yang di lakukan sesuai target.

Hal ini di sampaikan oleh Budi Irawan Sub Bagian IT PTPN (01/11/2021).

Siedasi merupakan inovasi baru yang di gunakan PTPN VI, dalam merangkum hasil laporan hasil produksi tiap unit perkebunannya. Hal ini juga guna menggantikan sistem imput laporan yang lama.

“Dulu kami menggunakan google untuk memonitori tiap hasil produksi ini, memang mengandalkan kecepatan, tapi untuk laporan yang lama itu susah mencarinya. Kalau Siedasi ini lebih gampang, mau laporan tiap hari, bulanan, tahunan gampang nyarinya,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Masnah dan Anggota DPRD Hadiri Kenduri di Desa Danau Tangkas

Bilangnya, selain mencatat laporan hasil produksi tiap unit perkebunan, Siedasi ini juga sebagai wadah monitor capaian produksi perkebunan, sudah sesuai target atau belum.

“Jadi selain monitor data laporan dari hasil produksi unit perkebunan ini tiap harinya, kita juga bisa lihat sudah mencapai target atau tidak. Kalau misalkan ada yang belum, orang teknisi langsung memonitor ke petani, apa-apa saja yang menjadi kendala. Sehingga produksi tidak tercapai.” terangnya.

Keunggulan Siedasi

Lebih lanjut, pria yang bergabung di PTPN VI sejak tahun 2010 ini, juga memaparkan berbagai keunggulan dari Siedasi. Salah satunya yakni memudahkan mencari data laporan, mulai dari laporan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan.

Baca Juga :  Bupati Masnah Resmikan AMDK PT. Afresh Indonesia

“Siedasi sebenarnya baru kami gunakan bulan kemarin, tapi sejauh ini hasilnya sudah 90 persen lebih. Targetnya, pertengahan bulan ini, sistem yang lama akan kami closing. Tapi kalau di lihat sekarang, dalam minggu ini, kita pastikan akan tetap gunakan Sideasi ini. Karena gampang juga untuk melihat laporan produksi yang lama-lama, valid juga,” tukasnya seraya menutup sesi wawancara. (RH).

Pos terkait