PPPA Tuba “Kami Telah Maksimal”, BALAK : Oknum Aparat Desa Terlibat Pencabulan Kok dibiarkan ?!

  • Whatsapp
Yuridis Mahendra alias Idris Abung Selaku Koordinator BALAK

Bandarlampung – Setelah beberapa Minggu mendapatkan kritik pedas dari dua lembaga Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) dan Pusat Studi Kajian Ilmiah Sejarah Budaya Lampung, terkait adanya pencabulan Kepala Desa Mahabang dan seorang oknum Kadus di Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) akhirnya pihak Pemkab Tuba melalui Kadis PPPA, Dra Desia kusumayuda M.Si.

Melalui Via Telfon, Dirinya mengatakan bahwa “Mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan hanya peran pemerintah saja tapi peran semua pihak termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Keluarga , Masyarakat, Dunia Usaha , Media Massa,” katanya.

Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) bukan menjamin tidak ada kekerasan dan pelanggaran hak hak anak, Bahwa predikat yang diperoleh kabupaten tulang bawang untuk tahun ini belum berstatus KLA/Utama namun peringkat menuju KLA.

“Semestinya dan untuk itu, agar mewujudkan KLA yang makin baik demi tumbuh kembang anak yang nyaman di tulang bawang, Pemerintah Kabupaten Tulang bawang akan melibatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat termasuk LM, LSM, yang peduli dengan tumbuh kembang anak, untuk itu pemerintah kabupaten Tulang Bawang menghimbau dalam rangka mewujudkan Tulang Bawang kabupaten layak anak, mari semua bersama sama mewujudkanya,” ungkap Dra Desia kusumayuda M.Si.

Baca Juga :  Musda II DPD AWPI Lampung Munculkan Tiga Kandidat Bacalon

Menanggapi hal ini, Lagi lagi Barisan Anak Lampung Analitik Keadilan (BALAK) melalui Yuridis Mahendra alias Idris Abung Selaku Koordinator mengkritisi tegas Ungkapan Kadis PPPA Tuba ini

“Sekedar mengingatkan saja pada tanggal 29 Juli 2021 secara daring Bupati Tulang Bawang telah mendapatkan penghargaan KLA Tingkat Madya, acara daring itu selain di hadiri Bupati juga didampingi sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Kadis PP dan PA, Kadis Pendidikan, kadis PMKK dan Kabag protokol,” ucapnya.

Ia mengatakan, dengan terbentuknya Perda No 1 tahun 2020 Tentang Kabupaten Layak Anak artinya kabupaten Tulang bawang telah memiliki Tim gugus tugas Perlindungan Perempuan perlindungan anak yang Leading Sektor nya melibatkan banyak pihak baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Ketua Pesisir Barat dukung Ketua AWPI Way kanan maju menjadi ketua DPD AWPI Lampung

“Lalu sejauh ini, bagaimana kinerjanya dimana posko Tim gugus tugas Perlindungan Perempuan Dan Perlindungan Anak di kabupaten Tulang bawang..??,” tanyanya.

Idris Abung menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan croos check di beberapa kabupaten, dan tidak menemukan baliho ataupun banner sosialisasi KLA .

“Jika kinerja pihak dinas PPPA sudah maksimal seperti yang di jelaskan mengapa ada oknum aparatur desa melakukan pencabulan anak dibawah umur bahkan ada unsur terlibat kasus prostitusi anak di bawah umur, dan salah satu korban telah melaporkan hal ini Kepolda Lampung mirisnya si korban kini dalam keadaan hamil,” tegasnya.

Lebih lanjut Idris Abung menegaskan dari hasil Penyelidikan dan investigasi dilapangan di daerah dente Teladas Tulang Bawang ada banyak Tempat berkedok Ruang karoke tetapi menyediakan PSK Anak dibawah umur dan menyediakan minuman keras beralkohol di atas 5-10%, celakanya lagi usaha karoke itu di duga Ilegal (tidak berizin).

Baca Juga :  Waduh, Loket Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jam 2 Sudah Tutup

“Disini kami menyesalkan dan merasa prihatin dengan hal ini sebab Kita semua telah mengetahui Bahwa Bupati Tulang Bawang saat ini adalah Seorang Wanita, Sosok seorang ibu apa iya tidak memiliki perasaan disaat kaum perempuan telebih anak di bawah umur diperlakukan seperti itu,”

” Balak berharap pihak Pemkab Tulang Bawang untuk lebih serius dalam praktek dan Acktion dilapangan terutama menindak tegas para predator anak di bawah umur sehingga memberikan efek jera kepada pelaku, dan mucikarinya, kami menilai bahwa apa yang di katakan Bahwa PPPA sudah maksimal itu cukup Rancu dan berbanding Balik Dengan fakta dilapangan,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Facebook Comments