PPKM Darurat di Tanjungpinang Dinilai Resahkan Masyarakat Bintan

  • Whatsapp
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Hasriawady dan Tarmizi mendatangi Pos Penyekatan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di KM 16 Tanjungpinang. Ist

BINTAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Hasriawady dan Tarmizi mendatangi Pos Penyekatan Pembatasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di KM 16 Tanjungpinang, Kamis (15/7) pagi.

Petugas hanya bisa terdiam atas kedatangan ini, mempertanyakan keresahan masyarakat Bintan yang diminta biaya Rp 150 ribu untuk biaya Rapit Antigen.

“Seharusnya kalau dia mau difair seharusnya mereka datangkan petugas dari Dinas Kesehatan dan Gratis. Ini satupun tak ada petugas dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang,” ungkap Pria yang akrab disapa Gentong ini.

Petugas PPKM tidak menjawab ketika Gentong mempertanyakan adanya Logo Bintan di Plang Penyekatan PPKM.

“Jangan seolah nanti Bupati kami mengamini padahal Bupati kami hari ini juga mempertanyakan kebijakan Pemko Tanjungpinang ini yang memberatkan masyarakat Bintan,” tegasnya.

Baca Juga :  Masuk 10 Besar Nasional, Gubernur Ansar Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepri pada STQH XXVI

Sementara itu, Anggota Satgas Penanganan COVID-19 Tanjungpinang, Riono hal ini dilakukan karena angka penyebaran Covid-19 sudah ditunggi.

“Tidak ada kata – kata wajib. Tetaplah di Rumah kalau memang tidak ada urusan penting,” ujarnya.

Hingga berita diunggah Satgas Covid-19 Pemko Tanjungpinang dan Anggota DPRD Bintan masih terjadi perdebatan. (*)

Pos terkait