PPDB 2020, Nasib Siswa Dengan jalur Zonasi Sekolah

  • Whatsapp

Bandarlampung — Nasib buruk bagi para calon siswa tingkat atas yang mendaptar melalui zonasi sekolah, bagaimana tidak pendaftaran melalui sistem online, (Penerimaan Peserta Didik Baru) PPDB tahun 2020 ini calon siswa hanya diberikan satu pilihan satu sekolah, selain jalur zonasi ada juga melalui jalur Afirmasi yang berasal dari keluarga tidak mampu, jalur Pindahan, Jalur prestasi, terlebih ditengah wabah covid-19 yang melanda di negeri ini, banyak masyarakat menengah kebawah semakin menjerit, banyak warga di PHK massal, disinyalir akan banyak anak putus sekolah, Pihak sekolah seolah tutup mata dengan hal tersebut, para kepala sekolah mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan aturan yang berlaku, Permen 44 tahun 2019.

Baca Juga :  Biadab! Ditinggal Istri, Kakak Durjana 'Suntik' Adik Kandung

Salah satu orang tua calon siswa yang mendaftar melalui jalur Zonasi sekolah mengeluhkan kepada wartawan saat ditemui di salah satu sekolah menengah atas (SMA), MS menceritakan kalau di kecamatannya tidak ada SMA Negeri hingga anaknya mendaftar melalui Zonasi di Kecamatan tetangganya, yang berjarak sekitar 4 kilometer, “Ya anak saya jelas tidak diterima karena yang diterima yang terdekat, sementara pilihan hanya satu sekolah, kalau mau sekolah di sekolah swasta dalam kondisi Covid-19 saat ini darimana kami uang, suami saya pensiunan, sementara di sekolah swasta biayanya termasuk besar, Keluh MS pada awak media.

Sementara MM salah satu dari keluarga tidak mampu tapi belum terdata oleh pemerintah juga mengeluhkan hal yang sama, Bagaimana saya akan menyekolahkan anaknya setingkat SMA, melalui jalur Zonasi ga diterima mau pakai jalur keluarga tidak mampu saya belum terdata, ya terpaksa liat nanti anak saya bisa disekolahkan atau tidak, Ungkap MM.

Baca Juga :  Mabuk Tuak, 2 Buruh Harian Perkosa Janda Paruh Baya

Saat di temui salah satu Kepala Sekolah SMAN 12, Mis Alia mengungkapkan bahwa kuota zonasi di SMAN 12 sebanyak 170 siswa, 50 persen dari jumlah seluruh kuota.

“Jadi siswa yang masuk jalur zonasi itu yang rumahnya lebih dekat dari sekolah, Wayhalim masuk zona kami, tapi yang diterima yang lebih dekat dari sekolah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pihaknya telah memverifikasi bagi siswa yang diterima menggunankan domisili.
“Kami bersama pihak kepolisian selama tiga hari (Jumat-Minggu) turun langsung mendata siswa yang menggunakan surat keterangan domisili, kami tanya tetangganya, RT nya, kalau memang benar siswa tersebut tinggal disana sudah 1 tahun kami validasi, pengumuman pasti nanti malam karena saat ini kami masih mendata para siswa yang masuk namun data belum valid,” tandasnya. (Sus)

Facebook Comments