Portal Kagungan Ratu Sebabkan Buruh Bongkar Pasir Meninggal

  • Whatsapp

PANARAGAN — Portal yang ada di Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi langganan kerawanan kecelakaan. Pasalnya, portal tersebut kembali menelan korban hingga meninggal dunia.

Kejadian itu bermula korban inisial YT (32) buruh bongkar muatan pasir yang berdiri di bak mobil yang berisi pasir tidak melihat portal tersebut sehingga benturan portal di kepalanya terjadi.

“Ya mas lagi-lagi menela Korban, namanya Yanto meninggal semalam di rumah sakit, kejadiannya kemarin dia naik truk karena mau bongkar pasir,” kata salah satu warga sekitar yang enggan di sebutkan namanya, Selasa(30/3/2021).

Selaku warga sekitar berharap Pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat bisa membuang Portal yang sudah lama berdiri tersebut, sehingga tidak ada lagi korban jiwa di kemudian hari.

Baca Juga :  Danlatamal IV Tanjungpinang Hadiri Peresmian dan Pengukuhan Komandan KRI Alugoro-405

“Ini sudah sekian kalinya korban kena portal ini sampai meninggal, pemerintah harus peka dengan masalah ini , meskipun di anggap tidak Hati-hati tapi itu di luar kesadaran karena seketika otomatis sopir juga tidak melihat keadaan orang yang di dalam bak truk. Disini kami minta di tebang saja mas portal ini buat resah saja biar aman , jadi Seolah-olah tempatnya angker karena setiap tahun bahkan hitungan bulan pasti ada korban jiwa,” ucapnya.

Di tempat terpisah Agus kerabat dekat korban mengatakan kronologis kejadian tersebut, korban dari arah Panaragan Jaya hendak menurunkan pasir di Pulung Kencana RK 5, namun pada saat tepat di portal korban tidak melihat portal tersebut, sementara korban posisi berdiri di atas Pasir muatan mobil truk yang di tumpangi korban.

Baca Juga :  Kapolres Karimun Sambut Kunjungan TIm Penelitian STIK Lemdiklat Polri

Dirinya meminta agar pemerintah kabupaten Tulangbawang Barat agar bisa melepaskan portal yang sudah banyak menelan korban tersebut.

“Saya selaku kerabat korban berharap agar portal tersebut bisa di buang mas,kalau emng harus ada portal iya di pindahkan dekat Tugu Rato,kalau portal tetap disini seakan-akan jadi jebakan mas karena jalan yang bagus dan lurus sopir akan ngebut tapi kalau di geser ke Tugu Rato kan posisinya mobil pasti ngerem, itulah yang jadi harapan saya dan warga kagungan ini, kami juga nanti akan beramai-ramai ke kepalo tiyuh agar portal itu bisa di pindahkan sehingga tidak ada lagi korban jiwa,” tukasnya. (Edsn)

Facebook Comments