Poltekpel Banten Bekerjasama dengan KUPP Kelas III Kotaagung Tanggamus Adakan Diklat BST – KLM kepada Para Nelayan Tanggamus

Tanggamus — Poltekpel Banten berkerja sama dengan KUPP ( Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan ) Kelas III Kotaagung Tanggamus, menyelengarakan Pelatihan Diklat Pemberdayaan Masyarakat BST – KLM yang di peruntukan untuk Oprator Kapal Tradisional di lingkungan atau Nelayan Khususnya di wilayah KUPP Kelas III Kotaagung Kabupaten Tanggamus , yang di selengarakan di Hotel Urban Nsty Pringsewu. Kamis, 19 Mei 2022.

Pelatihan Diklat tersebut dimulai Selasa 17/05/22 – Kamis, 19/05/22 dan di hadiri oleh Davit Perwakilan dari Poltelpel Banten, Tohara, SE. M.Mar,M.M.Tr. Kepala KUPP Kelas III Kotaggung dan berserta beberapa staffnya, dihadiri Polairud Wilayah Hukum Polres Tanggamus, Beberapa Perwakilan Pos TNI AL wilayah Kabupaten Tanggamus, AKBP. Haris Kepala BNN Kabupaten Tanggamus beserta anggotanya di ikuti oleh 115 Peserta Diklat dam perwakilan HNSI DPC Kabupaten Tanggamus di tempat.

Dalam sambutan saat membuka acara pada Selasa, 17/05/22 di ruangan hotel Urban Pringsewu di lantai 2 Tohara, SE. M.Mar,M.M.Tr. Kepala KUPP Kelas III Kotaggung menyampaikan, “Selamat datang sodara – sodara semua dalam kegiatan ini dan saya berterimakasih kepada seluruh panitia atas tercapainya pelatihan Diklat Pemberdayaan Masyarakat BST – KLM dengan ini saya nyatakan acara ini di buka,” Pungkasnya.

Lanjut, dalam kesempatan yang di berikan panitia kepada, Ketua Firlinda, S.H., M.Kn dalam Penyampaian Materinya mengatakan Sangat prihatin Terhadap Hak Nelayan Tradisional yang terabaikan.

“Saya Sangat prihatin kepada nelayan tradisional Lampung khususnya Tanggamus yang ketika meraka turun kelaut mendapatkan hasil Tangkapan hanya untuk membeli beras dan melanjutkan kehidupan hari ini.”Kata Ketua Firlinda.

Masih, Ketua Firlinda, S.H., M.Kn juga Berharap Kepada Dinas Terkait masalah pendataan Masyarakat Nelayan yang ada Tanggamus untuk memperbaiki Data nelayan agar Tepat Sasaran.

“Kepada Stakholder atau dinas terkait pendataan bantuan untuk nelayan hendaknya harus tepat sasaran karna selama ini bantuan bantuan dari pemerintah Kabupaten, provinsi dan pusat memberikan bantuan kepada nelayan yang sudah Terdata saja, proses masuknya pendataan nelayan kepada pemerintah dengan Metode asal asalan.”tambahnya.

Lebih Lanjut, dalam hari kedua Rabu, 18/05/22 panitia pelaksana memberikan Materi kepada para peserta diklat di ruangan hotel Urban Pringsewu lantai 2 dengan itu peserta di bagi menjadi 3 kelas yaitu : Kelas A ada 39 peserta, Kelas B ada 32 peserta dan Kelas C ada 40 peserta, dalam pengisian materi pantia menjelaskan alat sefety dan memcri tahu cara penggunaanya sekaligus memberi tahu cara pertolongan pertama kepada para peserta sampai kegiatan selesai.

Dilanjutkan, Pada Hari Kamis, 18/05/22 Pantia Mengajak Peserta untuk praktek di lapangan Area Hotel Urban Pringsewu dan memperaktekan cara menggunakan alat sefty seperti beberpa alat pemadam kebakaran dan memperaltekan cara mematikan api pada saat kebakaran yang di jelaskan pada kemarin, Rabu, 17/05/22.

Dalam kegiatan praktek tersebut, Awak media haluan indonesia mencoba komfirmasi kepada Sabar panitia Diklat dari Poltekpel Banten, guna mengkomfirmasi harapan dan tujuan untuk mengikuti diklat BST-KLM yang di selengarakan ini.

“Terimakasih pada rekan media yang sudah hadir pada kegiatan kami ini dan tujuan para peserta untuk mengikuti diklat BST-KLM ini adalah sangat penting sekali untuk para peserta bukan hanya mendapatkan Setifikat BST-KLM, peserta juga mendapatkan teori dan praktek penggunaan beberapa alat Basis Sefety Training seperti kegiatan yang kita gela pada hari ini,” Jawabnya kepada awak media Haluan Indonesia.

Masih Sabar iya menambahkan. ” untuk para peserta yang mengikuti diklat selama 3 hari ini mudah-mudahan ilmu yang didapatkan selama kegiatan ini bisa bermanfaat dan berguna pada saat peserta berlayar dikemudian hari.” Tutupnya. (Fahmi Yonara)

Pos terkait