Polres Wayakanan Bekuk Pelaku Cabul

  • Whatsapp

Waykanan – Satreskrim Polres Way Kanan berhasil membekuk pelaku pencabulan anak di bawah umur, yakni pelaku berinisial FR (22) warga Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan, Rabu (9/9/2020).

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sujana mengatakan, kasus pencabulan anak dibawah umur terungkap berdasarkan hasil laporan orang tua korban.
Berdasarkan keterangan yang diterima perbuatan pencabulan dilakukan tersangka FR terhadap korban sebut saja melati (15), di salah satu mes perusahan di kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan, pada hari selasa 05 mei 2020 sekitar pukul 11.00 WIB.

Perbuatan bejat tersangka FR bermula, ketika itu melati yang berada di Mes perusahan didatangi pelaku FR. Kedatangan FR dengan maksud untuk merebut mahkota korban menggunakan jurus ‘merayu’, namun saat itu rayuan manis pelaku tidak dilayani korban. Entah apa dalam benak pikiran pelaku FR, sehingga merudup paksa mahkota korban.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Pimpin Sidang Parade Secata TA. 2020

Persetubuhanpun tidak dapat di hindarkan karena korban merasa takut dibawah ancaman pelaku. Merasa dirinya diperdayai, Melati lantas menghibungi orang tuanya dan menceritakan ikhwal yang dialami Melati, pada tanggal 06 September 2020 sekitar pukul 08.00 WIB,

“Setelah mendapat telpon dari saksi bahwa anak korban Melati (15) telah disetubuhi oleh pelaku inisial FR (22) warga Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.

Bertempat di salah satu mes perusahanaan di Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan, dengan cara di paksa dan dibujuk rayuan pelaku, atas kejadian tersebut orang tua korban pergi ke Polres Way Kanan untuk melaporkan kejadian tersebut agar ditindak lanjuti,” kata Kasat.

Baca Juga :  Kapolres Tanjungpinang Pimpin Sertijab Kapolsek Pelabuhan Sri Bintan dan Kasat Lantas

Kasat menyatakan, setelah mendapati adanya laporan pencabulan, kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap pelaku. Berdasarkan informasi, keberadaan tersangka sedang berada di jalan dekat kediaman pelaku.

”Tersangka tidak berkutik ketika ditangkap sedang berada di jalan dekat rumahnya pada hari Selasa tanggal 08 September 2020 sekitar pukul 20.00 Wib

Kasat menegaskan, atas perbuatannya, tersngak akan dijerat pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,”Tersangka akan diancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim. (YN)

Facebook Comments