Polres Tuba Jangan Tebang Pilih Kasus Kakam Cabuli Anak Dibawah Umur

  • Whatsapp
Edi Marjoko kepala Kampung (kakam) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), Provinsi Lampung/foto Istimewa

Bandarlampung-Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas-PA) Provinsi Lampung menyesalkan adanya upaya penangguhan terhadap diduga pelaku kejahatan seksual (Cabul) terhadap anak dibawah umur yang dilakukan Edi Marjoko kepala Kampung (kakam) Mahabang, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang (Tuba), setelah sempat ditahan oleh Polres Tuba.

“Komnas PA Lampung menyesalkan ada upaya penanggunahan yang di berikan Polres Tuba terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, kejahatan seksual ini terbilang sangat luar biasa dibandingkan kejahatan lain, karena korbannya masih dibawah umur,” ujar Wahyu sekertaris Komnas PA Lampung, Rabu (28/7/202).
Seketaris Komnas Ham PA Lampung Wahyu mengatakan terus mengawal perkara pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan Kakam Mahabang Kecamatan Dente Teladas, Tuba, mengingat korban asusila dialami dua korban anak di bawah umur.

”Sajuh ini kami masih menunggu proses hukum yang dilakukan Polres Tuba, tentunya Komnas Ham PA Lampung terus mengawal kasus cabul kakam tersebut,” ungkap Wahyu.

Baca Juga :  Waduh, Loket Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jam 2 Sudah Tutup

Wahyu meminta agar Polres Tuba jangan tebang pilih dalam menegakan hukum terhadap pelaku kejahatan asusila terhadap anak dibawah umur, untuk menghindari adanya kembali korban yang dapat merusak generasi anak bangsa.
“Semestinya pelaku kejahatan asusila jangan diberikan kesempatan untuk bebas, berikan hukum seberat- beratnya, biar ada efek jera bagi para pelaku,” kata Wahyu.

Wahyu mengaku mendukung upaya Polres Tuba dalam penegakan hukum perkara cabul kakam tersebut, namun dibutuhkan profesional dalam pengungkapan kasus cabul tersebut, untuk mengetahui apakah kedua korban anak di bawah umur tersebut menjadi korban eksploitasi anak atau tidak.
”Kami tentu sangat mendukung penegakan hukum cabul tersebut, semestinya Polres Tuba memangil kedua korban untuk dimintai keterangan untuk mendalami dan apakah kedua korban juga memenuhui unsur menjadi korban perdagangan anak atau tidak,” ungkap Wahyu.
,
Wahyu mengharapkan Polres Tuba dapat secepatnya menuntaskan kasus Cabul Kakam tersebut, untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang dapat di jerat dengan UU perlindungan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur.
“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,karena perbuatan asusila yang dilakukan Kakam tersebut telah menghancurkan masa depan kedua korban anak di bawah umur, pelaku harus dikenakan UU Perlindungan anak.
Seperti diberitakan media diketahui Edi Marjoko oknum Kepala Kampung (Kakam) Mahabang, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang, Lampung terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur mendapat penangguhan penahanan.

Baca Juga :  Musda II DPD AWPI Lampung Munculkan Tiga Kandidat Bacalon

“Kendati EM tidak lagi di tahan di Polres Tulangbawang karena ada penangguhan dari pihak keluarga bukan berarti dia bebas,” kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Sandy Galih Putra mewakili Kapolres AKBP Andy Siswantoro, Selasa (27/07).

Sandy menegaskan, berkas perkara kasus tersebut tetap berlanjut.

“Kasus dugaan pencabulan tersebut tetap berlanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Selain itu, berkas kita juga terhambat karena Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Menggala sedang sakit. Kita menunggu waktu untuk pelimpahan, sedangkan untuk gelar perkara semua tahap sudah dilalui, sekarang proses berkas kita kirim ke Kejaksaan,” terang Sandy.
Diberitakan sebelumnya, EM dilaporkan oleh istrinya sendiri terkait pencabulan terhadap dua anak di bawah umur. EM bakal dijerat undang-undang anak.

Baca Juga :  Diduga Oknum BPN Dengan PT.HIM Bermain Rencana Ukur Ulang Selalu Gagal

Diketahui terungkap kasus pencabulan anak di bawah umur berdasarkan laporan istri Kakam tersebut ke Polsek Dente Teladas, terkait adanya perselingkuhan yang sering dilakukan suaminya dengan dua anak dibawah umur yakni berinisial ML (15) warga Sungai Nibung Dusun 5 dan yang kedua RN (16) warga Bratasena.
Setelah mendapatkan laporan terjadinya dugaan pencabulan anak dibawah umur, dengan sigap Kapolsek Dente Teladas langsung mengamankan Kakam tersebut yang sedang memadu kasih di rumah makan. Kemudian Malam kamis (8/7) sekitar pukul 19.53 WIB, Oknum Kakam tiba di Polres Tulangbawang, yang kemudian istri dan anak tersangka datang untuk memastikan proses hukum yang sedang berjalan.(Adien/red)

Facebook Comments