Polres Pringsewu Berhasil Bekuk Spesialis Pemalsuan Kendaraan Bermotor

  • Whatsapp

Pringsewu – Tekab 308 Sat Reskrim Polres Pringsewu berhasil mengamankan spesialis pengetok nomer mesin dan nomer rangka kendaraan bermotor.

SO alias Sawir (37) warga dusun Sukosari, Desa Kalirejo, Kec. Kalirejo, Kab. Lampung tengah dibekuk dengan dugaan tindak pidana pemalsuan data kendaraan, Senin (16/11/20).

Selain SO, petugas juga mengamankan RI (48) warga Pekon Waluyojati, Kec. Pringsewu, Kab. Pringsewu atas dugaan menjual kendaraan bermotor dengan identitas serta dokumen kepemilikan kendaraan palsu.

“Kedua pelaku merupakan satu jaringan, SO bertugas merubah nomor rangka dan nomor mesin sedangkan RI bertugas menjual kendaraan tersebut,” Ujar Kasat reskrim AKP Sahril Paison, SH. MH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, S.ik, Rabu (18/11/20).

Selain mengamankan kedua pelaku petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berada di kediaman kedua pelaku.

Baca Juga :  Terkait Isu Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Ini Penjelasan Distan Pringsewu

“Dari rumah RI kami mendapatkan BB yang belum sempat dijual berupa 4 unit sepeda motor, 4 buah BPKB dan 4 buah STNK, sedangkan dari rumah SO kami dapatkan BB 1 buah mesin gerinda, 1 buah Mata bor, 1 buah palu kecil, 4 buah paku (alat ketok angka), 1 buah BPKB Nopol : F 6946 FFC, 1 buah STNK Nopol : F 6946 FFC dan 1 buah STNK Nopol : B 3881 PIX, “ungkapnya.

Setelah dilakukan proses intergoasi dihadapan petuga, SO mengaku bahwa dirinya baru 3 bulan menekuni profesi tukang ketok nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor, yang mana ilmu tersebut dipelajarinya secara autodidak dari kanal youtube.

“ Dalam satu minggu pelaku mengaku bisa menyelesaikan sekitar 2 unit sepeda motor dan dari pekerjaan tersebut SO mendapatkan keuntungan 400 ribu per unit sepeda motor, “jelasnya.

Baca Juga :  Misni Chusni Fadil Resmi Dikukuhkan Sebgai Ketua Pengurus MUI Mesuji

Berdasarkan pengakuan SO, semua sepeda motor berikut dokumen (STNK dan BPKB) tersebut merupakan milik temanya DK (DPO) dan dirinya hanya disuruh merubah nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK dan BPKB yang ada. Setelah selesai merubah nomor rangka dan nomor mesin sebagian kendaraan diambil kembali oleh DK, dan sebagian oleh SO di serahkan kepada RI untuk dijual.

Terpisah, RI mengaku sudah sekitar 3 bulan ia menjalani kegiatan ini. Pelaku menjual kendaraan tersebut melalui aplikasi sosial media Facebook dengan nama akun Ratih dangan melakukan sistem pembayaran COD, dari hasil penjualan tersebut RI mendapatakan keuntungan 500 ribu perunit, Kegiatan tersebut sudah di jalanin sekitar 3 bulan.

“Rata-rata kendaraan tersebut di jual dengan harga berkisar 8,5 juta, tergantung g kondisi dan merk kendaraan dan saat ini RI sudah berhasil menjual sekitar 5 buah sepeda motor,” Imbuhnya.

Baca Juga :  72 Mahasiswa STIT Al Hikmah Laksanakan Praktik Pengalaman Lapangan.

Akibat aksi kejahatan tersebut banyak warga yang terhambat saat memperpanjang dokumen-dokumen kendaraan, karena petugas menemukan dokumen yang tidak sesuai.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengembangan atas pengungkapan perkara tersebut dan kedua pelaku sudah di amankan di mapolres Pringsewu. Kedua pelaku di kenai pasal 264 Ayat 1 atau Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila membeli kendaraan harus dicek keaslian dokumen. Dicek ke Samsat, bisa jadi dokumen asli tapi dipalsukan. Ada beberapa bagian yang hanya diketahui petugas, sedangkan masyarakat sulit mengetahuinya, ” Tutup Kasat. (Ndi)

Facebook Comments