Polres Gunungkidul Tangkap 4 Pelaku Pembacokan

  • Whatsapp

Gunungkidul – Dua tersangka kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang menimpa Tegar Febriansyah (19) warga Temuwuh, Dlingo, Bantul pada 26 September 2020 tahun lalu berhasil diamankan di lokasi yang berbeda oleh Satuan Reskrim Polres Gunungkidul. Kedua pelaku berinisial MS (23) dan HS (19).

Ipda Iradat Alfin Putra Kepala Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul  dalam press release mengatakan, bahwa setelah dilakukan penyelidikan oleh Polisi, pelaku utama yaitu HS seorang mahasiswa yang beralamat di Kasihan, Bantul diketahui berada di wilayah Legok, Banten. Kemudian pada 26 Maret 2021 Tim Resmob Polres Gunungkidul bersama Tim Jatanras Polda DIY langsung bergerak ke wilayah Legok, Banten.

Baca Juga :  Bertemu Panglima, Kapolri Pastikan Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri Ditingkatkan

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Polisi berhasil menangkap tersangka yaitu MS di sekitar pasar Kota Gede, Yogyakarta pada 31 Maret 2021 . “Tersangka MS dalam penangkapannya berusaha kabur oleh polisi dihadiahi timah panas selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolres Gunungkidul guna proses lebih lanjut,” kata Ipda Iradat.

Tersangka HS sendiri merupakan pelaku utama dalam kasus tersebut. Para pelaku datang ke Gunungkidul awalnya untuk melakukan aksi balas dendam terhadap kelompok lain. Namun karena tidak berhasil ditemukan, maka mereka mencari korban secara acak.

Ipda Iradat menyampaikan, bahwa berdasarkan keterangan tersangka bila senjata tajam yang digunakan untuk melukai Tegar berupa clurit dan golok yang selanjutnya oleh pelaku dibuang sekitar 2 KM dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Rapat Lintas Sektoral, Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan C-19 Saat Nataru

Sebelumnya diketahui bahwa dalam aksi pembacokan terhadap Tegar Febriansyah (19) di tanjakan tugu batas Kalurahan Getas, Kapanewon Playen melukai tangan korban sehingga terjatuh dari motor kemudian berlari minta tolong ke warga sekitarnya kemudian pelaku melarikan diri.

Polisi telah menangkap tersangka lain sebanyak 2 orang. “Dalam perkara tersebut total pelaku yang berhasil diamankan Polisi sebanyak 4 orang,” jelas Ipda Iradat.

Atas aksinya tersebut, keempat pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 tentang menguasai atau membawa senjata tajam.

“Para pelaku diancaman dengan hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama 2 (dua) tahun penjara,” tutupKanit Pidum. (Mungkas)

Baca Juga :  Kapolri Serahkan Bansos ke Pekerja Seni di Yogyakarta yang Terdampak Pandemi Covid-19

Pos terkait