Polemik Perselingkuhan Wali Kota Tanjungpinang, Beberapa Ormas dan Lembaga Keagamaan Angkat bicara

  • Whatsapp
Foto yang diduga Wali kota Tanjungpinang

Tanjungpinang – Belakangan ini Kota Gurindam dihebohkan dengan pemberitaan dugaan perselingkuhan wali kotanya, Hj. Rahma, SIp. Pemberitaan dimulai dengan orang yang diduga mirip Rahma dalam sebuah kamar.

Dan hal ini pun sempat dibantah pihak Rahma melalui kuasa hukumnya, Agung Wiradharma yang menuding berita tersebut fitnah. Pernyataan Agung tersebut ternyata mengundang reaksi yang semakin meluas. Karena Agung sempat menuding foto dalam pemberitaan tersebut sudah diedit.

Tetapi, pernyataan tersebut tidak dapat dibuktikan dan semakin mengundang tanya besar publik. Untuk itu, beberapa Organisasi dan Tokoh masyarakat serta media melalui Wadah “Pejuang Marwah Tanjungpinang” langsung menemui Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang, Wan Raffiwar.

Baca Juga :  Usai Rahma dikritik, Endang Abdullah Langsung Cari Solusi Berantas Kemiskinan di Tanjungpinang

Dari hasil pertemuan tersebut LAM menyangkan sikap dari yang sampai saat ini enggan melaporkan prihal tersebut ke pihak berwajib.

“LAM bersifat netral, elain itu juga LAM mendukung azas praduga tidak bersalah. Dan satu hal yang menjadi perhatiam LAM, mengapa Agung Wiradharma tidak jadi melaporkan kasus ini agar bisa membuktikan bahwa berita tersebut fitnah,” tegasnya.

Sementara itu, MUI pun Turut Bicara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Tanjungpinang, Fauzi akhirnya angkat bicara mengenai hal ini pihaknya cukup prihatin dengan gejolak yang terjadi di masyarakat terkait berita walikota Tanjungpinang.

Terlebih berita tersebut lanjut Fauzi sudah mendapat jawaban langsung dari suami wali kota sekaligus kuasa hukum pemkot Tanjungpinang.

Baca Juga :  JPKP Menduga ada praktik Korupsi Hasil Refochusing APBD Pemkot Tanjungpinang Sebesar Rp. 42 Milyar

“Cukup sulit percaya terhadap berita apa ini hanya isu tetapi jika ini kenyataan perlu ditelusuri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya cukup hati-hati dalam menentukan langkah. Terlebih di dalam Islam berat menuduh seseorang itu berzina. “Kita harus mendapat bukti-bukti yang kuat”, jelasnya.

Fauzi melanjutkan, Namun apa bila memang terbukti, pihaknya akan bergerak dan menggandeng LAM, untuk mengambil langkah bersama dan meminta bantuan pihak kepolisian.

Sementara, Anis Anorita, selaku Ketua Forum Peduli Perempuan Indonesia (FPPI) Kepri mengatakan, terkait pemberitaan walikota sangat meresahkan.

“Rahma adalah cermin, role model (panutan), Kita tahu sulitnya perempuan menjadi wali kota,” ucapnya.

Ia menjelaskan, “Suaminya bilang akan melapor ke polisi, kalau cepat ditindak tidak muncul keresahan ini. Bu Rahma pun tenang melakukan aktivitas, tapi menunda ini masalahnya, kalau bicara soal bukti tugas siapa ? Kalo tidak benar alhamdulilah dan kami bisa terus mendukung,” bebernya.

Baca Juga :  Hentikan Penyelidikan Kesbangpol, Aktivis Hukum dan Ham Suherman Laporkan Kajati ke Kejagung

Hal senada diungkapkan Yusri, ia juga sepakat dengan pernyataan LAM tersebut, Pihaknya sangat berharap pihak Rahma bisa membuktiksn tuduhannya bahwa betita yang beredar fitnah. Terutama foto yang dituding di edit. “Mereka harus bisa membuktikan tudingan itu,” ujarnya. (*)

Facebook Comments