PMII Diskusi “Demokrasi Setengah Ruang”

  • Whatsapp

Bandarlampung – Pasca menduduki gedung DPRD Provinsi Lampung, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung, 25 Oktober 2019, pukul 20:00 malam menggelar Dialog Publik yang berlokasi di Hotel Bukit Randu, Kota Bandar Lampung, dengan mengusung tema “Demokrasi Setengah Ruang”.

Berdasarkan pantauan Haluan Lampung, melalui Ketua Pelaksana Acara, Ivo Agustiawan mengatakan dialog ini Acara ini bertujuan untuk mencari titik terang atas peristiwa yg akhir-akhir ini terjadi, khususnya unjuk rasa mahasiswa yang telah memakan korban.

“Hari ini, kami melihat bahwa Demokrasi seperti hanya milik orang-orang yang duduk di kursi legislatif dan eksekutif saja. Rakyat seolah hanya bisa mendengar dan melihat drama dari luar jendela, seperti tak ada ruang bagi pendapat dan kritik rakyat di sana ,” Kata Bang Ivo sapa akrabnya di tengah kader-kader PMII.

Baca Juga :  Kejati Lampung Akan Panggil Kembali Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI yang Mangkir

Lanjut ivo, Hari ini, kami melihat bahwa Demokrasi seperti hanya milik orang-orang yang duduk di kursi legislatif dan eksekutif saja. Rakyat seolah hanya bisa mendengar dan melihat drama dari luar jendela, seperti tak ada ruang bagi pendapat dan kritik rakyat di sana. “Masa bodoh kritik, masa bodoh aspirasi”, terkesan seperti itu. Boro-boro memberikan aspirasi, gara-gara kritik pedas saja rakyat bisa dipenjara. Inilah wajah Indonesia dengan demokrasi setengah ruang-nya. Ujarnya.

Selain itu di dalam sebuah Term Of Reference (TOR) dialog tersebut, di terangkan bahwa UU Nomor 9/1998 masih belum melindungi kebenasan berpendapat seseorang dalam pemenuhan hak sosial dan politik. Di terangkan pula diantaranya Kasus penangkapan Aktivis yang juga seorang dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yakni Robertus Robet, itu merupakan bukti bahwa kebebasan berpendapat di kurangi.

Baca Juga :  Pimpinan Haluan Lampung: Siapapun yang Lakukan Kekerasan ke Wartawannya, Akan Kami Kawal di Muka Hukum Bentuk Perlindungan Perusahaan

Kemudian, di beberapa wilayah yang juga terdapat dinamika aksi demonstrasi di respon represif, di lihat dari beberapa demonstran yang ditangkap oleh aparat, bahkan sampai menewaskan seorang aktivis di kendari, Sulawesi Tenggara yang bernama Randi, tewas tertembak saat melakukan aksi demonstrasi.

Dari berbagai kejadian serta kajian tersebut, PKC PMII Lampung menyimpulkan bahwa dari rangkaian kejadian tersebut adalah kasus yang pernah terjadi pada masa lalu, hanya saja perihal Waktu, tempat, dan pelaku nya saja yang berbeda, lagi-lagi pembungkaman demoktasi.

Jum’at malam, sasaran dialog publik tersebut secara khusus membangun budaya intelektual di kalangan kader PMII, dan seluruh organisasi kemahasiswaan di provisni lampung dan juga umum. Ungkapan Pengurus PKC PMII Lampung yang tertuang di dalam TOR. (Refky)

Baca Juga :  Very Sudarto Resmi Dilantik Sebagai Ketua Jaguar Shooting Klub Kota Metro Periode 2021-2025

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.