Pincak Khakot Seni Bela Diri Khas Lampung Iringi Bupati Pada Acara Pembukaan Musrebangcam Rajabasa

Pincak Khakot Seni Bela Diri Khas Lampung Iringi Bupati Pada Acara Pembukaan Musrebangcam Rajabasa.

Lamsel – Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) memasuki hari ketujuh. Setelah dilaksanakan disebelas kecamatan, hari ini, Rabu (15/2/2022) Musrenbangcam digelar di Kecamatan Rajabasa.

Acara Musrenbang Kecamatan Rajabasa dibuka langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto. Diawal acara Bupati beserta jajaran pemerintah Kab.Lampung Selatan disambut adat budaya khas Lampung yakni Pincak Khakot.

Pincak khakot atau kerap disebut “khakot pusaka” oleh masyarakat Kecamatan Rajabasa merupakan tradisi leluhur yang berbentuk olahraga seni bela diri yang terinspirasi dari burung elang yang terbang di langit.

Dinamakan khakot pusaka oleh masyarakat setempat karena saat pembawaan seni bela diri ini menggunakan pusaka atau pedang.

Kesenian pencak silat yang dibawakan oleh para pendekar laki-laki Kecamatan Rajabasa itu, merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (wbtb) khas dari Provinsi Lampung yang sudah terdaftar pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika berbicara sejarah pincak khakot merupakan pencak silat asli turun temurun dari Lamban Balak Kuripan yang merupakan rangkuman langkah dasar dari pencak silat pada umumnya. Perlu kecepatan, ketepatan, kekuatan dan keseimbangan oleh para pendekar dalam membawakan pincak khakot.

Jaliang selaku pelatih sekaligus Dalom atau tokoh adat marga Saibatin di Kecamatan Rajabasa mengungkapkan khakot pusaka dalam adat Saibatin merupakan pengawal Saibatin untuk tujuan menjaga para tamu agung seperti pejabat pemerintah dari ancaman bahaya yang bisa datang kapan saja.

“Khakot pusaka adalah adat budaya dan tradisi turun temurun khas dari daerah kita Lampung yg punya fungsi sebagai pengawal saibatin atau pengawal pengantin atau tamu kehormatan seperti bupati,” ungkapnya.

Selain itu, Jaliang juga mengatakan fungsi dan manfaat lain dari khakot pusaka yakni sebagai bentuk olahraga dan wujud pelestarian adat dan budaya khas Lampung.

“Kegunaan untuk olahraga dan pelestarian seni budaya khas Lampung dan acara penyambutan. Alhamdulillah juga kami sudah sering tampil di berbagai acara,” ungkapnya.

Perpaduan antara kekuatan tenaga dalam, kekuatan pedang serta diiringi permainan musik gendang dan gamelan para pendekar silat mengiringi kedatangan orang nomor satu di Lampung Selatan ini menuju lokasi gelaran acara musrenbangcam.

Selain itu, penyambutan rombongan bupati juga diwarnai dengan pencak silat Betung Putra Keramat Tunggal dan tarian sigekh pengunten.

Pencak silat Betung Putra merupakan persembahan dari Desa Kunjir, sedangkan tarian sigekh pengunten persembahan dari Sanggar Krakatau Kecamatan Rajabasa.

Jaliang yang juga pelatih pencak silat Betung Putra menambahkan, bahwa sering mambawakan pertunjukan khakot pusaka dan pencak silat Betung Putra diberbagai acara.

Serta demi menjaga kelestariannya terutama bagi generasi muda dilakukan latihan rutin tiap minggu di Desa Kunjir.

“Dari segi kesiapan saat ada acara kami lakukan latihan pencak silat betung putra setiap malam minggu, dan latihan khakot pusaka kita lakukan malam rabu dan malam minggu,” tambah Jaliang.

Tak hanya itu, serba serbi kegiatan Musrenbangcam juga diwarnai dengan berbagai pelayanan bagi masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, pelayanan dokumen kependudukan, pasar murah, pameran produk kewirausahaan dan UMKM, pelayanan kesehatan hewan dan masih banyak lainnya.

Perlu diketahui, rangkaian acara Musrenbangcam tahun 2022 pada tiap-tiap kecamatan diisi dengan beberapa rangkaian acara yang meliputi paparan dari camat setempat, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Bunda Paud dan Bunda Literasi tingkat desa serta diadakan kegiatan pembinaan kepada aparatur desa.(kmf)

Pos terkait