Petani Keluhkan Tak Adanya Transportasi untuk Menjual Hasil Kebun

  • Whatsapp

Tidak Ada Kapal Petani Keluhkan Jual Hasil Kebun Menurun

Saumlaki – Salah satu Petani Ibu Leni Sumah/Silitty asal Desa Arma yang berjualan hasil kebun di pasar Omeleh keluhkan tidak ada Kapal yang mengakibatkan hasil pertanian/kebun berupa Ubi-umbian nyaris Menurun pendapatan ekonomi.

Kepada Media ini, Sabtu,26/11/2020 Leni yang berjualan di Pasar Omele mengatakan bahwa hasil penjualannya saat ini nyaris tidak lancar seperti biasanya karena beberapa bulan terakhir ini terkendala dengan kapal yang tidak jalan lagi akhirnya hasil kebun kami tidak dapat di jual keluar daerah.

“Padahal biasanya kami harus menjual hasil kebun kami ketual Dobo, Banda, Ambon dan daerah lain. Biasanya kami habis berjualan dan pulang, keuntungan per jualan bisa mencapai 5-10 juta rupiah berbeda dengan hari ini. “Kata Leni

Baca Juga :  Pedagang Pasar Sayur dan Buah di Pemalang Pindah ke Tempat Baru

Sekarang hasil kebun kami lumayan banyak namun kami tidak bisa berjualan keluar sehingga kami hanya bisa berjualan ke pasar omele, yanng mana kami harus berhadapan dengan banyak persaingan masyarakat petani yang berjualan Umbi-umbian dan makanan Tana lainnya ditambah dengan daya beli masyarakat di Saumlaki yang menurun secara dratis sehingga hasil pendapatan ekonomi kami nyaris turun secara dratis.

Kata Leni, “baru berjualan di pasar omelah saja sehingga tidak ada tempat untuk berjualan maka kami harus berjualan diatas emperan Got yang harus kami tutup dengan papan dan karton untuk dapat berjualan sehingga tidak tercium air got namun masih disiram lagi dengan air cuci piring diatas hasil jualan kami oleh penjual lain yang tidak disebutkan namanya,” Bebernya.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Sayur dan Buah di Pemalang Pindah ke Tempat Baru

Hasil jualan kami sebelum Corona dan sesudah corona hasil pertanian kami nyaris banyak yang rusak karena tidak ada yang beli sehingga terpaksa kami harus berjualan kepasar Omele guna mencukupi kebutuhan rumah tangga kami.

Leni berharap Pemda segera membuka akses perhubungan laut untuk masyarakat yang berjualan keluar daerah untuk kebutuhan ekonomi masyarakat dimasa Pademi Covid-19. (MG)

Facebook Comments