Perkosa Pacar, Anak Kepala Pekon Dilaporkan Polisi

  • Whatsapp

PRINGSEWU – Seorang wanita muda Dusun Cidurian, Pekon Kamilin, Kecamatan Pringsewu berinisial MG (19) mangaku diperkosa oleh pelaku MF (23) yang merupakan pacar korban. Pelaku diketahui anak Kepala Pekon setempat.

Korban mengaku pemerkosaan tersebut terjadi pada Minggu, 1 Desember 2019 siang, di dua tempat. Pertama di semak-semak bambu dekat kompleks Pemda Pringsewu dan kedua terjadi di perkebunan coklat antara Pekon Lugusari, Pringsewu dengan Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung.

Berdasarkan kronologi yang diceritakan oleh paman korban, Ruslan, pacar korban sempat meminta izin kepada ibu korban untuk mengajak korban pergi main ke komplek pemda pada Minggu pagi.

“Si pelaku ini pamit mau ngajak korban main hari Minggu. Ya karena kami tahunya dia (pelaku) anak baik-baik aja ya diberikan izin oleh ibu korban. Eh setealah pulang main sekitar pukul 4 sore, si korban ini pulang kerumah nangis-nangis di depan ibunya. Dan pelaku tidak mengantar korban sampai di depan rumah,” ujar Ruslan saat ditemui di RSUD Pringsewu saat menemani korban visum, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga :  Kasrem 043/Gatam Dampingi Pangdam II/Swj Sambut Panglima TNI Dan Kabaharkam POLRI

Pada saat kejadian, cerita Ruslan kepada Saibumi.com, korban mengaku dipaksa sampai jatuh terjengkang untuk memenuhi kemauan pacarnya.

“Keluarga kami juga sempat mendatangi pihak keluarga pelaku beberapa hari pasca kejadian, dan pelaku mengelak,” terangnya.

Saat ini, keinginan pihak keluarga korban adalah menyelesaikan masalah harus di jalur hukum.

“Meskipun jalan damai telah dilakukan oleh keluarga pelaku, tapi tetap prosedur hukum harus tetap berjalan dan pelaku bisa dijerat hukum sesuai perbuatannya. Karena pada saat kami bertemu dengan pelaku, ada perkataan pelaku yang juga menyinggung perasaan kami,” ungkap Ruslan.

Sementara itu, pendamping dari P2TP2A Pringsewu, Siwi Lestari yang mendampingi proses hukum korban mengatakan, kondisi korban sedikit sulit untuk digali keterangan, karena korban cenderung pendiam sehingga sedikit sulit untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Aktivis Wanita STKIP PGRI Bandar Lampung Angkat Bicara Soal Darurat Perlindungan Anak dan Kaum Perempuan

“Alhamdulillah kami dari P2TP2A sudah mendampingi korban MG, kemarin kami mendengar laporan bahwa terjadi indikiasi pemerkosaan anak. Dan setelah kami cek, korban MG sudah masuk kategori dewasa , sudah 19 tahun. Kami sudah mengonseling si korban, keluarga. Untuk TKP kejadian pemerkosaan masuk di wilayah Rantau Tijang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, an kami semalam melaporkan ke Polsek setempat,” beber Siwi.

Setelah melaporkan ke Polsek Pugung, sejauh ini pihak polsek masih menunggu hasil visum yang dilakukan di RSUD Pringsewu dan juga hasil penyelidikan.

“Hari ini kami masih menunggu hasil visum, intuk melengkapi alat bukti, masih menunggu hasilnya,” pungkas Kapolsek Pugung, Ipda Okta Devi saat dihubungi melalui telepon. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.