Perizinan Perumahan Komersil Diduga Milik Pengusaha Hotel Horison, Lurah Gedong Merasa Tidak Dilibatkan

  • Whatsapp
Pembangunan perumahan diduga milik pengusaha Hotel Horison

Bandarlampung – Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa pengerjaan perumahan komersil yang berdasarkan Keterangan Warga Adalah milik Seorang pengusaha Hotel Horizon yang keberadaan di kelurahan Gedong Air yang menimbulkan bencana banjir di RT 8 Lingkungan 3 Kelurahan Segala Mider.

Berdasarkan keterangan sumber yang enggan di sebutkan namanya ini menceritakan kilas balik pendirian Perumahan. Masih segar dalam ingatannya kala itu berawal dari ada informasi akan adanya pembangunan perumahan di lokasi yang diketahui warga eks embung yang berfungsi sebagai kawasan resapan air yang juga dimanfaatkan menjadi lokasi pertanian yang di tanami sayuran.

“Musyawarah warga tekait perencanaan perumahan itu dari tahun 2017, saat itu Musyawarah di hadiri utusan pengembang, Tokoh pemuda dan RT 09, saat itu ada kesepakatan warga akan menyetujui izin pembuatan Perumahan asalkan Warga sekitar dilibatkan dalam pengerjaan dan ada tali kasih untuk masjid,”

“Hingga akhirnya ada Rapat musyawarah lanjutan dengan warga berlanjut di tahun 2019 antara masyarakat, RT, Tokoh Pemuda dan Beberapa warga setempat tanpa di hadiri lurah gedung air,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kejati Lampung Akan Panggil Kembali Saksi Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI yang Mangkir

Saat mencoba mendatangi kantor kelurahan Gedung Air untuk menanyakan beberapa hal terkait keterlibatan pihak kelurahan dalam perizinan sayangnya berdasarkan keterangan staf kelurahan Lurah Gedong Air, Sahril Iskandar dan Sekertaris Kelurahan Jumran sedang tidak dikantor.

“Pak lurah dan Sekertaris Kelurahan sudah 2 hari ini sedang tidak ada pak, mereka sedang melakukan monitor program Suntik vaksin Covid 19 dor to dor sebagai upaya pemaksimalan mensukseskan program pemerintah kota Bandarlampung dalam memvaksinkan warga gedung air,”

Saat dihubungi via telpon Lurah gedung air menjelaskan hal serupa “Hal pertama yang perlu saya jelaskan kami selaku pihak kelurahan mulai dari musyawarah pembahasan hingga masalah perizinan kami selaku pihak kelurahan terlebih saya selaku Lurah tidak pernah dilibatkan kami di libatkan urusan ini Setelah kekisruhan.

Baca Juga :  Pimpinan Haluan Lampung: Siapapun yang Lakukan Kekerasan ke Wartawannya, Akan Kami Kawal di Muka Hukum Bentuk Perlindungan Perusahaan

Kedua, saya dapat informasi dari warga adanya komplain warga kepada pekerja proyek perumahan tersebut, khawatir ada hal yang tidak di inginkan saat itu saya langsung ke lokasi proyek yang saat itu sudah ada alat berat di lokasi proyek perumahan,”

“Sesampainya di lokasi saya langsung menghentikan sementara operator pekerja alat berat untuk menengahi menyelesaikan persoalan, saat itu saya sempat menanyakan izin penggarapan lahan proyek perumahan itu, sebab saya merasa tidak pernah menerima pengajuan izin Kepihak saya, yang tak lama ada utusan pihak pengembang datang membawa izin,”

Sehubungan izin pendirian proyek perumahan diragukan dan bermasalah juga dengan warga RT 8 Lingkungan 3 kelurahan segalamider maka ada satu kesimpulan pada awal Oktober kami akan melakukan rapat warga yang di mediasi oleh Kecamatan Tanjung karang barat dan pihak Polsek Tanjung karang barat.

Sesuai jadwal rapat musyawarah diblaksankn di kantor kecamatan Tanjung karang barat di hadiri, Camat, Kapolsek, perwakilan pengembang Afid, lurah Segalamider , lurah gedung air, RT, tokoh pemuda dan beberapa warga.

Baca Juga :  Very Sudarto Resmi Dilantik Sebagai Ketua Jaguar Shooting Klub Kota Metro Periode 2021-2025

Kesimpulan dalam rapat itu ada delapan point’ tapi saya lupa item nya yang saya ingat kami atas nama warga meminta adanya Pelebaran saluran air, prioritas memperkerjakan warga,” jelas Sahril Lurah Gedung air.

Untuk menambahkan keterangan kami mencoba mendatangi Syamsul selaku Ketua RT 09 Tidak bisa ditemui karena sedang diluar sedang berobat berdasarkan keterangan warga Syamsul saat ini sedang mengalami sakit ginjal” beliau ini sekarang seminggu dua kali harus cuci darah pak,” ungkap warga tersebut.

Menurut pengamatan di lokasi Lahan tersebut memang nampak seperti bagian dari kawasan resapan air (embung) sebab ada saluran air dan berada dipinggiran kali, tapi hal itu sudah tidak terlihat setelah lokasi di timbun tanah. (*)

Pos terkait