Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, PMII Rayon Dakwah Gelar Sholawatan Dan Pembacaan Barzanji

  • Whatsapp

Bandar Lampung – Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi (RDIK) Komisariat UIN Raden Intan Lampung gelar acara Pembacaan Barzanji dan Sholawatan, acara tersebut berlangsung di Graha Hamdani Rene Sekretariat PMII RDIK.

 

Acara Sholawat dan Pembacaan Barzanji tersebut dipimpin oleh Alex Syaputra Demisioner Wakil Ketua III Bidang Keagamaan PC PMII Bandarlampung Periode 2016/2017. Dihadiri sekitar 50 kader PMII RDIK acara berjalan tertib dan khitmad.

 

Ketua Rayon PMII RDIK, Ahmad Junpajri mengatakan bahwa menurut catatan Ahmad Tsauri dalam sejarah Maulid Nabi (2015), perayaan Maulid Nabi sudah dilakukan oleh masyarakat Muslim sejak tahun kedua hijriah. Kala itu seorang bernama Khaizuran (170 H/786 M) yang merupakan ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid datang ke Madinah dan memerintahkan penduduk mengadakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad di Masjid Nabawi.

 

“Dari Madinah, Khaizuran juga menyambangi Makkah dan melakukan perintah yang sama kepada penduduk Makkah untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Jika di Madinah bertempat di masjid, Khaizuran memerintahkan kepada penduduk Makkah untuk merayakan Maulid di rumah-rumah mereka. Khaizuran merupakan sosok berpengaruh selama masa pemerintahan tiga khalifah Dinasti Abbasiyah, yaitu pada masa Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas (suami), Khalifah al-Hadi dan Khalifah al-Rasyid (putra),” Kata Junpajri. Sabtu (23/10).

Baca Juga :  Selamatkan Warga Coba Bunuh Diri, Danrem 043/Gatam Apresiasi Prajurit Kodim 0412/LU

 

Lebih lanjut ia mengatakanm, karena pengaruh besarnya tersebut, Khaizuran mampu menggerakkan masyarakat Muslim di Arab. Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran, dan kepemimpinan mulia Nabi Muhammad SAW bisa terus menginspirasi warga Arab dan umat Islam pada umumnya, maka sebagai kader PMII yang meneladani Nabi Muhammad sudah sepantasnya kita peringati dengan banyak cara diantaranya bersholawat bersama,” jelasnya.

 

Sementara itu, Alex Syaputra mengatakan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw dengan maulid.

 

“Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana surah Yunus; 58. Karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (surah al-Anbiya’; 107). Kegembiraan Abu Jahal dengan kelahiran Nabi saw saja dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi saw,” Ungkap Alex.

Baca Juga :  Lomba Orasi Unras Piala Kapolri 2021 Polda Lampung Sukses, Ini Pemenangnya

 

Lanjutnya, Allah SWT dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau saw (surah al-Ahzab;56). “Nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad saw. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi saw. Dalam peringatan maulid Nabi saw, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama,” Jelas Alex yang juga alumni PMII RDIK itu.

 

“Terdapat nilai sosial dalam acara peringatan maulid ini, memuliakan dan memberikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi (surah al-Insan;8-9).

Baca Juga :  Korem 043/Gatam Terima Dukungan LCD Proyektor dari Disinfohlatad

 

Selain itu nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun berdzikir. Diceritakan bahwa Shalahuddin al-Ayubi mengumpulkan umat islam dikala itu untuk memperingati maulid Nabi saw. Hal itu dilakukan oleh panglima islam ini bertujuan untuk mempersolid kekuatan dan persatuan pasukan islam dalam menghadapi perang salib di zaman itu. Semoga dengan memperingati Maulid Baginda Nabi SAW kita dapat memetik nilai-nilai positif,” Tutupya. (Zl)

Pos terkait