Pengabdian Tanpa Batas Kapus Elpaputih

  • Whatsapp

Maluku – Bagai lebah yang selalu menoreh madu ,itulah identik dari seorang Kapus Elpaputih Alexander Lessil pengabdian tanpa batas mulai dari pesisir pantai sampai di pegunungan ,tanpa mengeluh walau kadang cuaca yang tak menentu dan melewati Medan terjal dengan kondisi jalan yang sangat ekstrim terjal dan berbukit, karena saya selalu mengingat wejangan dari pimpinan daerah orang nomor satu kabupaten seram bagian barat,bapak Moh Yasin Payapo ,yang berpesan ,harus semangat kerja yang tinggi, melayani rakyat dengan ikhlas demi Kase Bae negeri ini,jangan memandang kultur budaya, adat, suku dan agama karena kita semua saudara dari ujung Elpaputih sampai Sapalewa. mari Kase Bae biar Lebe Bae demi negeri saka mese Nusa.

Rabu 17/2/2021,Pengakuan kepala Kapus (kepala puskesmas) kepada awak media terkait kinerjanya, saya sadar sepenuh hati pekerjaan pelayanan medis ini adalah pekerjaan perpanjangan tangan dari Tuhan, pasalnya kami selalu siap sedia 1x 24 jam melayani masyarakat, kadang bukan saja di area tempat kerja saya,tetapi saya juga melayani warga di sekitaran tempat tinggal saya di Negeri Kairatu, tutur Kapus pada Rabu (17/2).

Demikian juga dengan pegakuan salah satu tim medis Dr,Wella Yeni yang bertugas sebagai dokter umum pada puskesmas Elpaputih : beliau KAPUS yang sangat loyalitas terhadap Tugas pegabdian pelayaan kesehatan yang luar biasa, letak rumahnya saja 79 km, namun tiap hari hadir untuk melayani masyarakat, misalkan kemarin tanggal 10 Febuari 2021 di Desa Huku kec Elpaputih ada salah satu pasien kanker tulang yang bernama Venda Natalia Lesiela umur 21 tahun, waktu ada informasi ,langsung berangkat ke Desa Huku menyambangi pasien yang letaknya dari Elpaputih kurang lebih 40 km,waktu itu kami melakukan tindakan medis pasang jarum infus RL dan cairan paracetamol karena pasien demam tinggi serta obat vitamin,namun apa mau di kata pasien tersebut hanya mampu bertahan hidup beberapa hari,kadang Kapus juga membantu masyarakat untuk pelayanan posyandu dan membantu pasien yang mau melahirkan, saya pribadi sangat berikan apresiasinya yang tinggi buat beliau,sebab sering menjadi contoh sikap seorang pemimpin yang bijaksana semangat kerja dan Tanpa pamrih melayani masyarakat pada umumnya.

Begitu juga dengan pengakuan bidan Ela Solovei dan perawat Mona Tandiwela di Desa Abio dan Desa Huku, Kapus punya rutinitas setiap bulan melayani masyarakat pegunungan,dan masyarakat merasa bangga dengan pelayanannya,sebab kalau masyarakat mau berobat harus mengeluarkan anggaran transportasi 300 sampai 500 ribu rupiah, ironisnya jika musim hujan harus melewati sungai dan pergunakan transportasi Rakit yang tidak layak serta membahayakan nyawa.

Kami pun salalu berharap semoga Pemda dalam hal ini Kadis kesehatan, pak Bupati untuk dapat berikan kesempatan untuk beliau Kapus Elpaputih menjadi pemimpin kami, dan selalu menjadi panutan kami tenaga medis yang masih PTT (pegawai tidak tetap),Ahir kata dari kami, kami crew Puskesmas Kairatu akan selalu bersama sama dengan Kapus berikan pelayanan medis yang terbaik buat masyarakat khususnya warga kecamatan Elpaputih. (Ida)

Pos terkait