Pemprov Lampung Tangani Stunting Lewat Aksi Konvergensi

  • Whatsapp
Penilaian kinerja aksi konvergensi stunting 2021 di Hotel Novotel Bandar Lampung, Senin, 24 Mei 2021. Foto: Ist

Pemerintah Provinsi Lampung terus bersinergi dengan Kabupaten/Kota dan semua pihak terkait untuk menangani masalah kurang gizi kronis (stunting).

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan pencegahan stunting perlu dilakukan intervensi gizi kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), ketika ibu mengandung hingga anak umur dua tahun.

“Penanganan stunting merupakan program prioritas. Kami bina Kabupaten/Kota dalam meningkatkan keterpaduan gizi. Pencegahan stunting perlu dilakukan secara konvergensi dan lintas sektoral. Target angka stunting 2024 turun ke angka 14-20%,”kata Nunik saat memberikan arahan pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten 2021 di Novotel Bandar Lampung, Senin, 24 Mei 2021.

Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (P3M) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Eka Yuslita Dewi, mengatakan aksi konvergensi stunting untuk mengukur, mengevaluasi, dan pelaksanaan penanganan stunting.

Baca Juga :  Ketua APDESI Bantah Berita KPK Tipikor

“Ada 6 Kabupaten yang menjadi lokus penilaian tahun ini, yakni Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Utara dan Pesawaran,” katanya. (*)

Facebook Comments