Pembangunan Jalan di Lamteng Kurang Maksimal

GUNUNGSUGIH- Guna memastikan hasil kualitas dan proses pembangunan jalan, Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto, mengecek pembangunan infrastruktur dari APBD di wilayah barat kabupaten setempat, Minggu (17/11).

Usai meninjau, Loekman menilai beberapa hasil kualitas pembangunan infrastruktur kurang maksimal dan harus diperbaiki. Salah satunya pembangunan rigit beton di Kampung Kalidadi. Pihaknya juga akan melakukan skala prioritas pembangunan yang jadi harapan masyarakat.

Dia mengatakan, dirinya tak mau hanya mendengar laporan tapi mau melihat langsung pembangunan infrastruktur tersebut. Hasilnya, pihaknya perlu mengoreksi beberapa tempat.

“Saya sudah katakan, pembayaran pekerjaan akan disesuaikan volume kerjaan yang sudah diselesaikan. Jika tak diperbaiki, kita akan perhitungkan sebagai kerugian negara. Bila kerugian negara ini tak diperbaiki, masuk ranah pidana. Saya tak mau main-main dalam pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

Baca Juga :  Sektor Ekonomi Terdampak Covid-19 Mulai Bangkit Menyerap Kredit

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah hanya jadi kambing hitam atas ulah dan kesalahan oknum pihak ketiga, yang mengerjakan pembangunan infrastruktur di Lamteng.

“Jangan pemerintah daerah jadi kambing hitam. Pembangunan tak beres, banyak jalan rusak, pemerintah disalahkan. Bagaimana mau bagus infrastruktur, jika kualitasnya tak beres, baru dibangun dan diperbaiki, sebulan dua bulan sudah hancur lagi. Saya minta seluruh pihak ketiga menangani proyek-proyek di Lamteng harus jaga kualitas, saya akan tindak tegas,” ungkapnya.

Soal angkutan, Loekman akan perintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk uji petik. Kalau muatannya melebihi tonase, harus dibongkar ditempat.

“Kita tak bisa lagi main-main dan berikan toleransi. Kita harus sesuaikan aturan, kalau Lamteng mau baik dan bagus infrastrukturnya. Kita sudah keluar uang banyak tapi hasilnya tak memuaskan, ini yang saya kehendaki kedepan,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Siapkan Pelantikan Penjabat Bupati Pringsewu, Mesuji dan Tubaba

Awal tinjauannya, Loekman mengecek kualitas pembangunan jalan di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anaktuha. Setelah itu, ia mengecek kualitas pembangunan jalan di Kampung Suka Negara, Kecamatan Bangunrejo dan pelaksanaan pembangunan rigid beton di Kampung Kalidadi, Kecamatan Kalirejo.

Di Kampung Kalidadi, Loekman Djoyosoemarto, kecewa dengan kualitas hasil pembangunan rigit beton.

“Saya minta konsultan pembangunan harus ekstra lagi mengawasi. Kalau sudah ada pengawas tapi hasilnya kurang bagus, ya, percuma. Kalian harus profesional dalam bekerja. Kalau memang kurang baik, ya, tolong dibagusin,” tegasnya.

Lalu ia meninjau kondisi jembatan Kampung Sendang Mukti yang sudah rusak parah. Ditempat itu, Loekman menegur supir truk pembawa pasir, yang jadi salah satu pemicu jembatan tersebut amblas.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Workshop Clearing House

Supono, Kepala Dusun II Sendang Asri, Kampung Sendang Mukti mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun tahun 2016 lalu. Namun, karena banyak muatan kendaraan truk pengangkut pasir melebihi kapasitas, sehingga jembatan itu tidak bisa bertahan lama.

Diakhir kunjungannya, orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai itu meninjau kondisi jembatan yang ambrol di Kampung Payung Dadi, Kecamatan Pubian, yang informasinya dibangun sejak tahun 1988.

“Jembatan ini sudah lumayan tua pak. Kalau tak salah dibangun 30 tahun yang lalu, sekitar tahun 1988. Harapan kami pak bupati segera memperbaikinya,” ujar Ponimin warga setempat. (dodi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.