Pembangunan Infrastruktur Jalan Antar Kabupaten – Provinsi Kalteng Banyak Kendala, Ini Kata Balai Bina Marga Jalan Nasional wilayah III Kalteng

Pembangunan infrastruktur jalan antar Kabupaten - Provinsi Kalimantan Tengah banyak problema

KALTENG – Pembangun infrastruktur di sektor jalan antar Kabupaten – Provinsi Kalimantan Tengah banyak problema yang di hadapi oleh para Kontraktor atau pemborong pelaku usaha kerja seperti gannguan alam, padatnya arus lalu lintas, dan struktur tanah yang labil serta jalan belum terdapat atau belum ada siring yang tersedia sehingga tanah menjadi amblas (becek) belum lagi muatan truk yang melebihi tonase (muatan berlebihan)

Media ini menghubungi satker Balai Bina marga Jalan Nasional wilayah III Kalteng untuk memberikan komentar kenapa bisa terjadi adanya kerusakan jalan Asam Kalahien – Buntok Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalteng, pada pukul 10.15 Wib lewat WhasApp/ (WA)

Berikut jawaban dari satker Balai Bina marga Jalan Nasional wilayah III Kalteng:

1.Jalan Asam merupakan bagian dari ruas jalan nasional Kalahien-Buntok Nomor Ruas 048.

2. Ruas Jalan tersebut sebelumnya merupakan jalan provinsi dan berubah menjadi, Jalan Nasional sesuai SK Menteri PUPR Tahun 2015.

3. Kondisi eksisting jalan tersebut masih sangat labil sepanjang +/- 2 kilometer (STA 15+550 sampai dengan STA 17+550) dan diperparah dengan adanya banjir pada bulan april 2020 sehingga perlu penanganan secara permanen.

4. Pada akhir Januari 2021 mulai terjadi kerusakan hingga ke pondasi badan jalan, akibat lalu lintas dengan muatan berat yang melewati ruas ini sebagai akses alternative dari wilayah Kalimantan Selatan yang sempat terputus akibat banjir dan kondisi tersebut berlangsung hingga saat ini.

5. Selama TA 2021 tidak ada penanganan efektif/permanen pada ruas tersebut akibat adanya refocusing anggaran, penanganan hanya dengan Pemeliharaan Rutin Jalan untuk menjaga agar tetap fungsional, dengan melakukan grading operation menggunakan Motor Grader, tambahan material pengisi (agregat) dan pemadatan dengan Vibrator Roller.

6. Telah dilakukan beberapa kali penanganan hingga masa akhir kontrak di beberapa titik yang sama, namun akibat dari curah hujan tinggi dan dilalui muatan berat secara kontinyu sehingga jalan tersebut kembali mengalami kerusakan berulang.

(Visual Penanganan Akhir pada 6 desember 2021).

7. Penanganan permanen akan dilaksanakan pada TA 2022, saat ini sedang dalam proses persiapan lelang.

8. Kondisi lapangan saat ini, telah dilakukan penanganan sementara oleh penyedia jasa yang bekerja pada TA. 2021 dengan alat Alat Motor Grader dan Vibrator Roller, hal ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara pemerintah Kecamatan, pemuka setempat dan masyarakat sekitar agar jalan kembali fungsional.

“Kondisi Penanganan tanggal 2 Januari 2022” ucap Satker Wilayah III pada media ini.

Selanjut dikatakan satker, “Penanganan jalan tersebut akan segera dilakukan tahun anggaran 2022, ” pungkasnya. (Manghadiboy)

Pos terkait