Pelantikan 143 Lurah di Gunungkidul Secara Virtual

  • Whatsapp

Yogyakarta – Pelantikan dan pengukuhan Lurah se-kabupaten Gunungkidul yang diikuti oleh 143 Lurah dan 1 pejabat Lurah dilaksanakan secara video call/virtual di gedung pracimosono Yogyakarta sebagai pusat kegiatan.

Selain di pracimosono prosesi acara juga digelar di gedung sewokoprojo Gunungkidul serta gedung pertemuan atau pendopo di beberapa panewon di Gunungkidul.

Berdasarkan keputusan Bupati Gunungkidul nomor 141/8 KPTS 2020 dan 141/9 KPTS 2020 tentang perubahan nama kepala desa menjadi Lurah memutuskan mengubah jabatan kepala desa menjadi Lurah dengan nama jabatan personalia dan masa jabatan Lurah terhitung dari dilantik hari kamis tanggal 11 Juni 2020 hingga berakhir pada masa jabatan kepala desa berdasarkan SK pengangkatan kepala desa masing-masing serta mengatur tugas pokok fungsi dan penugasan keistimewaan DIY.

Dalam sambutannya Bupati Gunungkidul menuturkan, “pelaksanaan tugas dan tanggung jawab hak dan kewenangan bagi desa telah diubah menjadi Kelurahan dengan perubahan yaitu jabatan, nomenklatur dan peraturan perundang-undangan di tingkat Kelurahan. Dengan demikian perlu adaptasi sesuai dengan perubahan tersebut sehingga dapat mengikuti akselerasi pembangunan sesuai dengan tujuan substansi keistimewaan DIY. Perubahan pemerintahan harus diikuti oleh pemerintah kelurahan yaitu Penetapan peraturan Kelurahan, susunan organisasi tata kelola sebagai dasar ketugasan serta melantik Pamong Kelurahan untuk pelaksanaan urusan pemerintahan pembangunan dan pelayanan umum. Saya meyakini Kelurahan dapat mengimplementasikan keistimewaan DIY dengan baik dengan semangat mengabdi dan Melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” Ujar Bupati Gunungkidul.

Setelah dilakukan pelantikan dilanjutkan dengan pengukuhan sebagai pemangku keistimewaan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 2 tahun 2020 tentang pedoman pemerintahan kelurahan, Gubernur DIY dalam sambutannya memberikan wejangan kepada lurah se-Gunungkidul untuk meneladani sosok Semar dalam pewayangan dengan simbolisasi tokoh tersebut bahwa jati diri Lurah dapat dicapai dengan “Topo ngrame” terjun di dunia ramai guna meningkatkan pelayanan yang semakin baik dan berkualitas masyarakatnya. (*)

Facebook Comments