Pekon Kagungan Kembali Salurkan BLT-DD Tahap 2 dan 3

  • Whatsapp

Lampung Barat – Pemerintah Pekon Kagungan, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat kembali menyalurkan BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa) sebagai langkah penanggulangan dampak wabah covid-19.

Berlokasi di balai pekon setempat, sebanyak 19 warga Pekon Kagungan yang telah menerima BLT-DD tahap satu pada Bulan Mei silam, kembali berkumpul untuk menerima BLT-DD tahap dua dan tahap tiga secara sekaligus. Kali ini, tiap warga menerima dana tunai Rp1,2 juta. Dana sejumlah tersebut merupakan alokasi BLT-DD Bulan Mei dan Juni. Sedangkan yang telah diterima warga pada Bulan Mei silam adalah alokasi BLT Bulan April.

Menurut Pinur, Camat Lumbok Seminung, dari sebelas pekon (desa) di kecamatan tersebut, baru dua pekon yakni Pekon Kagungan dan Pekon Lumbok yang telah menyalurkan BLT-DD tahap tiga. Sembilan pekon lainnya belum bisa menyalurkan BLT tahap tiga disebabkan keterlambatan administrasi.

Peratin Kagungan Ali Rahman kembali menjelaskan jumlah warganya yang mendapat BLT-DD sebanyak 19 KK. Jumlah ini diakui sedikit jika dibandingkan alokasi BLT DD pekon lain yang ada di Lampung Barat. Alasannya, jumlah KK di Pekon Kagungan memang sedikit. Secara total, Pekon Kagungan hanya memiliki 179 KK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 KK sudah menerima bantuan sosial dalam bentuk PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non tunai) yang disalurkan Kemensos RI. Jika diprosentase, maka jumlah warga kurang mampu yang telah menerima bansos sebagai dampak wabah corona virus di Pekon Kagungan mencapai 65% dari jumlah total kepala keluarga yang ada.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Tinggi, Camat Panjang Terkesan Menghindar 'Online Tapi Gak Bales'

“Dapat saya pastikan bahwa semua warga kami yang layak menerima bansos sudah tersentuh berbagai bentuk bantuan sosial yang sekarang tengah dan telah disalurkan. Namun jika ada warga yang merasa berhak tapi belum menerima, silahkan lapor. Pasti segera kami tangani,” tegas Ali.

Ia menambahkan, bahkan sejumlah warga Pekon Kagungan yang pulang kampung dari Pulau Jawa sejak wabah merebak, saat ini telah ditangani pemerintah pekon. Data yang ditampilkan Pemerintah Pekon Kagungan menunjukkan ada 3 KK serta 7 jiwa warga setempat yang terpaksa pulang kampung akibat terdampak covid-19. Setelah menjalani karantina mandiri serta rapid test, seluruh warga dimaksud kini dipekerjakan oleh sejumlah pengusaha budidaya ikan yang tersebar di Kagungan. “Tujuannya supaya mereka tidak menganggur. Biar tetap produktif dan memiliki penghasilan di tengah pandemi ini,” ujar Ali seraya menambahkan pihaknya juga memberi bantuan berupa sembako kepada para pemudik tersebut.

Baca Juga :  Kelainan Seks, Pelatih Pencak Silat Cabuli Anak Didiknya

Dalam sambutannya, Camat Lumbok Seminung Pinur memberitahu warga tentang wacana penambahan BLT DD untuk Bulan Juli—September sebesar Rp900 ribu atau Rp300 ribu per KK per bulan. “Namun ini masih wacana. Kepastiannya kita tunggu aturan hukumnya dari pemerintah,” terang Pinur.

Camat juga mengingatkan warga tentang pemberlakuan normal baru. Kondisi normal baru, jelas Pinur, bukan berarti wabah telah selesai. Sebab itu, protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah harus ditaati secara ketat oleh warga. Budaya memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan dan jaga jarak harus terus dipraktikkan untuk mencegah kemungkinan tertular corona virus. “Jadi walaupun Cuma main ke tetangga atau belanja ke warung, protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Tolong apa yang diwajibkan pemerintah dilaksanakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  KBM Mulai Aktif, 51 Santri Diberangkatkan Kembali ke Ponpes Lirboyo

Merdiana, warga Dusun Labuhan, Pekon Kagungan yang dimintai keterangan di lokasi pembagian BLT DD mengatakan sangat terbantu. Perempuan dengan dua anak ini sehari-hari bekerja sebagai pedagang kecil. Wabah covid 19 diakuinya mulai terasa berpengaruh dalam usaha yang dilakoninya. Penyaluran dana BLT diamini Merdiana dapat membiayai kehidupan rumah tangganya sampai satu bulan. “Saya merasa sangat terbantu. Uang sejuta dua ratus ini cukup untuk makan kami sekeluarga selama sebulan,” ujar Merdiana. (Red/Yn)

Facebook Comments