Pekerjaan Lapangan Futsal Bersumber dari ADD Diduga Asal Jadi

  • Whatsapp

Baradatu – Satu lagi pekerjaan Lapangan Futsal di Kampung Bumi Merapi Kecamatan Baradatu pekerjaan yang asal-asalan dan nilai manfaatnya tidak ada kini hancur tidak dipakai selayaknya sebagai sebuah lapangan .

Pekerjaan lapangan futsal ini diduga asal jadi , karena rangka bajanya rubuh di terjang angin dan fasilitas di dalam lapangan futsal ini tidak menadai layaknya sebuah lapangan futsal .

Menurut salah warga yang bernama DE mengatakan bahwa lapangan futsal ini sempat digunakan beberapa saat setelah di resmikam setelah itu tidak dipakai dikarenakan penerangan lampu mati.

Selain itu lapangan futsal rangka baja nya roboh diakibatkan oleh angin dan material rangka bajanya di bawa pulang oleh okmun kepala Kampung Bumi Merapi .

Baca Juga :  UKM Artala Rayakan Dies Natalis Ke-24, "Jangan Lupa Jalan Pulang"

” lapangan futsal ini sekarang di gunakan masyarakat untuk menjemur padi dan terlihat terbengkalai.” Ujar nya.

Selain itu keterangan Mantan Aparat Kampung  Bumi Merapi  mengatakan  bahwa dirinya sudah mengingatkan Kepala Kampung bahwa manfaat dibangun nya gedung futsal belum tepat untuk masyrakat.

” makanya saya mengundurkan diri , karena kepala Kampung masih tetap.membangun lapangan futsal ini.” Tambahnya.

Bangunan lapangan Futsal ini bersumber dari DD tahun 2017/2018 yang dianggarkan sebesar Rp 300.000.000.- (Tiga Ratus Juta Rupiah). Sungguh nilai manfaatnya tidak tepat untukmasyrakat Kampung Bumi Merapi .

Selain itu dengan bobroknya bangunan dan fasilitas lapangan Futsal di duga pekerjaan ini di markup nilai nya , di duga ada nilai kerugian Negara dalam pengerjaannya yang terlihat dengan roboh nya kerangka baja dan beberapa fasilitas lainnya tidak mendukung sebagai mana lapangan futsal.

Baca Juga :  MTM Lampung Laporkan Proyek APBN Bermasalah ke Polisi

Masyrakat minta agar Inspektorat untuk turun ke lapangan melihat langsung pekerjaan lapangan futsal yang diduga pekerjaan tidak bagus , sehingga ada dugaan korupsi dalam pembangunan nya  terindikasi ada  kerugian Negara . (*)

Facebook Comments