Patroli Malam, Polsek Kasui Amankan Pemuda Miliki Senpi Rakitan

  • Whatsapp
Dua pemuda diduga pemilik senpi rakitan di Kasui, Way Kanan

Way Kanan – Polsek Kasui Polres Way Kanan, berhasil mengungkap tindak pidana diduga membawa, memiliki dan menguasai senjata api tanpa izin yang sah di Kampung Jaya tinggi Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan. Senin (30/8/2021).

Tersangka inisial YN alias IAN (22) dan OP (23) warga Kampung Kasui Lama dan Kampung Jaya Tinggi Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan

Disampaikan Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasatreskrim Iptu Des Herison Syafutra kronologis penangkapan berawal pada hari Jumat tanggal 28 Agustus 2021 sekitar pukul 22.30 Wib, personil Polsek Kasui melaksanakan patroli guna mengantisipasi C3 (curat,curas dan curanmor) dan kejahatan lainnya di wilayah hukum Polsek Kasui.

Baca Juga :  Peringati HKGB ke-69, Kapolri: Polri Kuat Karena Didukung Oleh Bhayangkari

Sesampainya di Kampung Jaya tinggi Kasui, petugas yang berpatroli melihat kendaraan sepeda motor yang mencurigakan dikendarai oleh 2 (dua) orang laki-laki tidak dikenal, saat akan mendekati orang tersebut malah melarikan diri.

Oleh petugas langsung dilakukan pengejaran, hasilnya OP berhasil diamankan tanpa perlawanan namun rekannya YN berhasil melarikan diri.

Hasil penggeledahan badan serta handphone terhadap OP, didapati didalam HP terdapat foto-foto diduga senjata api rakitan jenis revolver yang menurutnya senpi ilegal tersebut milik YN alias IAN, sehingga OP diamankan di Polsek Kasui.

Setelah OP diamankan, petugas melakukan pengembangan dengan mengejar YN alias Ian di ke diamanannya dan dugaan petugas benar akhirnya YN berhasil diamankan tanpa perlawanan beserta barang bukti 1 (satu) pucuk senjata api rakitan dengan 2 (dua) amunisi kal. 9 mm.

Baca Juga :  Kapolri: Sebagai Gerbang Terakhir Tolong Disiplin

Saat ditanyakan surat ijin kepemilikan senjata api, pelaku mengakui tidak di lengkapi dengan surat ijin yang sah sehingga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Kasui untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatanya pelaku akan dijerat menggunakan pasal 1 ayat (1) undang – undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman maksimal 20 tahun penjara,” Ujar Kasatreskrim. (Sam’un)

Pos terkait