Pasangan Mesra Daftarkan diri ke Panitia Pilur Kalurahan Gari

  • Whatsapp
Pasangan Mesra Daftarkan diri ke Panitia Pilur Kalurahan Gari

Gunung Kidul – Pendaftaran calon lurah Gari hari ini rabu 8 September 2021 dilakukan oleh Widodo, SIP dan Istrinya yaitu Suryanti didampingi oleh tokoh masyarakat Rian Eko Wibowo yang kini menduduki kursi DPRD Gunungkidul dari fraksi Nasdem menghantarkan ke sekretariat pendaftaran pilihan lurah Gari di terima oleh ketua panitia pilur Kalurahan Gari ST. Sudarto,S.E disaksikan panitia lainnya.

Nampak Kemesraan pasangan suami istri tersebut terlihat bak pada acara akad nikah dimana para calon duduk di samping tokoh mayarakat dihadapan ketua panitia pilihan Lurah kalurahan Gari. posisi duduknya bagaikan mempelai pria dan wanita sedang menerima ikrar nikah,lantaran bakal calon Lurah Gari Widodo,S.IP, posisi di kanan Rian Eko Wibowo ( Tokoh masyarakat ), kemudian Suryanti yang merupakan istrinya duduk di sebelah kiri setelah itu Rian Eko Wibowo menyampaikan kepada ketua panitia pilur maksud dan tujuanya menghantar kedua pasangan ini mendaftar pilur,kemudian ketua panitia menerima berkas dan dinyatakan Suryanti sebagai pendaftar pertama,kemudian Widodo,S.IP,sebagai pendaftar kedua.

Baca Juga :  Mbah Sis Anwar siap maju lagi teruskan program di Karangtengah

Saat di wawancarai beberapa media, Widodo,S.IP, yang saat ini masih menjadi Lurah Gari mengatakan “Hari ini saya mendaftarkan diri saya sebagai bakal calon Lurah kembali,kemudian bisa dilihat bersama saudara Suryanti malah mendaftar di urutan pertama saat mendaftar dan saya mendaftar medapat no urut dua,” kata Widodo.

Selanjutnya Widodo SIP saatdi konfirmasi tentang program lima tahun kedepan jika terpilih kembali,Widodo menyampaikan  “Kedepan saya punya misi dan visi,yang saya rangkum dalam Sapta Karya,” jelasnya.

Dengan Visi, ‘Gari Nyawiji Baskara Ing Ngercapada” yang artinya Gari harus dapat berbicara ditingkat yang lebih luas itulah kedepan program perwujudan saya jika rakyat memberi mandat kembali.

“Adapun misi saya kedepan terangkum dalam Sapta Karya tersebut pertama mewujudkan Pamong yang berintegritas, dua berkoordinasi dengan masyarakat, tiga memberi peluang kepada kawula muda agar selalu berkarya membangun desa atau kalurahan empat peningkatan sumberdaya manusia antara Pamong dan masyarakatnya, lima kemandirian desa kalurahan enam peningkatan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan tujuh pelestarian budaya, demikian Sapta Karya,kalau saya jabarkan akan luas sekali artinya dan cakupannya,” tutupnya kepada media. (Mungkas)

Facebook Comments