Pangulu Dolog Tomuan B Ependi Simanjuntak Tawarkan 25 Juta Pada BR Sihombing Ibu Korban Kejahatan Seksual Anak dibawah Umur

  • Whatsapp
orban bunga br abrt (bukan nama sebenrnya) bersama ibunya br sihombing

Simalungun – Pangulu Dolog Tomuan Ependi Simanjuntak memanggil warganya br sihombing untuk datang kekantor pangulu dolog tomuan yang juga rumah pribadi pangulu Ependi simanjuntak. Saat br sihombing sudah berada di halaman kantor pangulu juga rumah pribadi pangulu dolog tomuan Pangulu Ependi simanjutak,
Pangulu dolog tomuan Ependi simanjuntak langsung berkata kepada br sihombing” Berdamailah kalian dikasihpun uang damai 25 juta rupiah, karena kalian masukkan pun si pelaku P gltm ke penjara, tak akan kembali kesucian si bunga(nama korban bukan yang sebenarnya)”,langsung br sihombing terdiam dan pulang kerumahnya, Sabtu (25/09/2021).

Hari senin (27/09),Br sihombing bersama anaknya bunga br abrt korban dan di dampingi amang borunya mendatangi Kantor sekretariat DPC AWPI kab Simalungun jln siantar seribu dolog dan langsung bertemu Frita purba ketua DPC AWPI (ASOSIASI WARTAWAN PROFESIONAL INDINESIA) kab simalungun didampingi Biro Haluanindonesia.co.id, Agus saragih.

Br sihombing mengatakan, “Bagaimanalah bu, anak saya sudah korban masa depannya hancur, saya merasa terhina atas perkataan Pangulu Tomuan Ependi simanjuntak dan tidak menerima perkataanya itu, masa sebagai Aparatur kepala desa tega berkata begitu kepada saya, dan kata pangulu ependi lagi biar pelaku yang cabut perkaranya,” katanya.

“Saya selaku ibu kandung tidak terima perkataan Pangulu Dolog tomuan Ependi simanjuntak yg mengatakan ‘dengan di penjara pelaku P gltm, kesucian anaku tidak akan kembali dan di nilai dengan 25 juta rupiah, Saya inginkan pelaku P gltm di hukum seberat beratnya, dan akan melaporkan Pangulu Dolog tomuan Ependi simanjuntak ke rana hukum yang berlaku atas penghinaan itu,” tutur br sihombing.

Br sihombing menerangkan kronologi terjadi musibah yang terjadi pada anaknya bunga ,”Bunga dari kls 6 SD sudah tinggal di rumah pelaku P gltm untuk menjaga ke-2 anaknya, dan kami percaya anak saya tinggal bersama di rumah pelaku, hingga pada hari sabtu (18/09) datanglah kerumah saya 3 orang yang saya kenal 1.y br saragih 2. Y br samosir 3. M br simanjuntak cerita bahwa mereka melihat pelaku P gltm membawa bunga ke areal perladangan,dan mereka mengikuti diam diam dan melihatlah apa yang di lakukan pelaku P gltm kepada korban, hancur hati dan tidak percaya saya, dan dengan berapa warga dan saudara akhirnya pelaku P gltm mengakui perbuatan bejatnya dan kami tanyai anakku di ceritakanlah ini sudah terjadi selama 2 tahun pada saat dia kls 2 smp dan umurnya pada saat itu 12 tahun,” br sihombing berkata sambil menangis sedih,

Saat ditanya sang ibu, Bunga menuturkan, pada saat di lakukan pertama kali bunga di tarik kekamar tuk melayani melakukan hubungan selayaknya suami istri dan diancam saat istri L br sltg tidak berada dirumah, setelah puas si pelaku P gltm memberikan uang rp 20 ribu rupiah ,dan di bawalah pelaku P gltm ke Polres simalungun.

Awak media mendatangi kantor Panggulu Dolog tomuan dan juga rumah pribadi pangulu Ependi simanjuntak tidak berada di tempat dan kantor di jam kerja tutup, dan datanglah seorang br penjaitan mengatakan pangulu tidak di tempat, dan saat awak media bertanya tentang kasus pelecehan seksual kepada anak dibawah umur, br panjaitan pun sangat merasa kecewa dan kesal, “Bagaimanalah pelaku P gltm saudara saya,korbanpun saudara saya,.dan saat awak media bertanya pada br panjaitan ini kantor pangulu dolog tomuan apa rumah pribadi pangulu,jawab br panjaitan iya ini rumah pribadi pangulu dolog tomuan Ependi simanjuntak,karena ada masalah,tutur br panjaitan.

Saat awak media menghubungi Pangulu dolog tomuan ependi simanjuntak melalui seluler hp di no 0813962xxxxx menjawab lagi rapat di siantar,dan Pangulu dolog tomuan Ependi mengakui perkataan meminta tuk berdamai dengan br sihombing ibu korban dengan nilai rp 25 juta rupiah,dan membalas chat melalui WA (whatsapp) Bahwa rencana mediasi bukan insiatif saya sendiri melainkan permohonan istri dan keluarga pelaku”,.(As)

Pos terkait