Pandemi Covid-19, Petani Tambak Bandeng Menjerit

  • Whatsapp

Gegara Covid-19, Petani Bandeng Menjerit.

Pemalang – Ratusan petani tambak bandeng di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menjerit akibat dampak pandemi Covid -19 hal ini dikarenakan berkurangnya serapan pasar dan harga komoditas bandeng hanya mencapai Rp, 15.000/kg sampai Rp, 16.000/kg padahal harga jual sebelum ada pandemi Covid-19 bisa mencapai Rp 26.000/ kg.

Hal tersebut diungkapkan oleh Winaryo salah seorang petani tambak bandeng ketika diwawancarai di pengepulan ikan bandeng di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami.
“Sa’at kami para petani tambak bandeng terancam tidak bisa mencukupi kebutuhan pakan tambak yang kami kelola, kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyelamatkan para petani tambak di Kabupaten Pemalang dengan pemberian pinjaman modal dengan bunga ringan,” kata Winaryo.

Dengan penuh kegalauan Winaryo menyampaikan, dalam kondisi normal produksi ikan bandeng yang dikelonya satu tahun bisa menghasilkan panen antar 5000 ton – 8000 ton pertahunnya dengan pengiriman kepasaran di Jakarta, Surabaya, Bekasi dan Semarang untuk bandeng presto dan sebagian kami eksporr ke pasaran Internasional.

“Dengan adanya pandemi Covid -19 ini kami mengalami kesusahan untuk melakukan panen bandeng sehingga operasional menjadi membengkak karena waktu panen bandeng menjadi lebih panjang yang tadi paling lama 6 bulan sekarang bisa mencapai 9 bulan otomatis biaya menambah dan ketika panen yang sizenya lebih dari 5 ons kami ekspor dan yang ukuran yang dibawah 5 ons inilah yang menjadi kendala karena susahnya serapan pasar lokal,” imbuh Winaryo.

Keluhan para petani tambak Kabupaten Pemalang ditanggapi serius oleh ketua Serikat Petambak Pantura Indonesia (SPPI) Kabupaten Pemalang yang hadir dilokasi pengepulan panen ikan bandeng Desa Pesantren bersama Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan ( DKP ) Propinsi Jawa Tengah Ir. Fendiawan Tiskiantoro, Msi dan Ir. Suharto Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Pemalang Ir. Suharto.

“SPPI sedang melakukan upaya – upaya melakukan penyelamatan para petani tambak di Kabupaten Pemalang, beberapa hari lalu kami menemui DR. H. Junaedi SH., MM Bupati Pemalang guna menyikapi dan mencari solusi terkait kesulitan para petani tambak ikan bandeng di Kabupaten Pemalang dan Bupati suda sebenarnya sudah merespon dengan menerbitkan surat perihal ‘Penyerapan Produk Perikanan Untuk Program Perlindungan Sosial’ kepada kepala OPD, camat dan BUMDES se-Kabupaten Pemalang akan tetapi pada kenyataanya produk perikanan bandeng di wilayah ini tidak terserap”, Kata Rujanto yang juga mantan Kepala Desa. ( Joko Longkeyang )

Facebook Comments