Paman Kapel Beri Peringatan Keras Terkait Postingan Tidak Bertanggungjawab

  • Whatsapp

Postingan Lewat Facebook Mengecam Anggotanya :Paman Kapel Beri Peringatan

Pemalang – Manning Agency Karesidenan Pekalongan (Paman Kapel) adakan Konfrensi Pers di Perumahan Widuri Asri, terkait postingan di media sosial yang ditujukan kepada anggotanya, (PT Anugerah Bahari Pasifik) , milik Hengky Wijaya, Selasa (16/03/2021).

Melalui kuasa hukum Paman Kapel, Putra Fajar Sunjaya SH, memberi peringatan keras terhadap akun yang memposting tudingan miring terkait kematian Satrian Ndikele.

Dalam konferensi pers itu, ada beberapa poin yang disampaikan kuasa hukum Paman Kapel, terkait postingan akun bernama @Damir Pelautabangan, di grup Facebook Pusat Berita Pemalang.

Yang mana akun tersebut memposting foto informasi kematian Anak Buah Kapal (ABK) PT Anugerah Bahari Pasifik, Satria Ndikele, asal Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, yang meninggal dunia di Taiwan.

Baca Juga :  Perumda Air Minun Tirta Mulia Luncurkan AMDK Ajibpol

Dalam postingannya, akun Facebook @Damir Pelaut dengan menyebut, perusahaan pengerah tenaga kerja crew kapal penangkap ikan itu sering melakukan tindakan nakal dan tidak bertanggung jawab.

Dalam hal ini, Paman Kapel merupakan salah satu pihak terkait, termasuk menyebutkan disini ada pengacara dan wartawan. Karena disini (postingan) menyampaikan, ‘oknum aparat, orang berpengaruh, hingga pengacara dan wartawan membackingi” jelas Putra Fajar.

Dalam postingannya juga disebut, bukan hanya penelantaran dan pemotongan serta penggelapan gaji, serta Kematian berdasarkan pengaduan melalui grup whatsaap pelaut, perusahaan terkenal sebagi pemakan keringat pelaut ini sangat tidak pas sekali.

Dalam hal tersebut poin kedua yang disampekankuasa Hukum Paman Kapel, secara hukum adalah manning agency mempunyai kontrak kerja laut dengan teman-teman ABK yang akan berangkat. Tentunya apa yang tertuang di hukum perdata yang berlaku di Indonesia, maka kedua belah pihak ketika melakukan kesepakatan, clear berangkat, kesepakatan kerja, dan bertanggung jawab sesuai kontrak kerja.” ujar Putra Fajar.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Ambil Sumpah Direktur Keuangan dan Teknik Perumda Tirta Mulia

Artinya, kata Putra Fajar, konteks penelantaran, pemotongan, penggelapan gaji sangat tidak pas dan tidak sesuai aturan hukum. Karena, segala sesuatu perusahaan di Paman Kapel sudah sesuai dengan SOP standar dari Pemerintah.

“ketika postingan tidak bertanggung jawab, tidak memberikan kabar kepada pihak keluarga, itu kita sampaikan secara hukum, itu tidak benar. Termasuk postingan-postingan yang ada di Facebook. Maka dari itu, Putra Fajar Sanjaya memberikan peringatan keras kepada pihak manapun dan siapapun yang membuat postingan tak akurat dan sesuai hukum. Alangkah baiknya, sebelum memposting melakukan konfirmasi dan klarifikasi duduk persoalan,” ujar Putra Fajar.

“Kami sudah sampaikan kepada perkumpulan klien kami di Paman Kapel, beliau-beliau semua menyampaikan, termasuk pak Hengky Wijaya ketuanya, tidak akan memproses hukum. Cuma kami sebagai kuasa hukum wajib memberikan peringatan, teguran, kepada siapapun juga,”tandas Putra Fajar Sunjaya. (tris)

Facebook Comments