Pakar Hukum Pidana Angkat Bicara Terkait Intimidasi Wartawan di Bekasi

  • Whatsapp
Surat laporan Polres Kota Bekasi terkait intimidasi wartawan

 

Kota Bekasi – Dr (c) Anggreany Haryani Putri, SH, MH, selaku  Pakar hukum pidana juga pengajar di Universitas Bhayangkara serta Bendahara “SAI” Peradi Bekasi raya serta tergabung dalam jajaran Divisi Hukum Warta Sidik minta Polres Kota Bekasi,  cepat tanggap dari laporan wartawan yang diancam pistol.

“Sangat disayangkan masih ada saja perbuata persekusi dan pengancaman di negara hukum,” ujarnya

Kejadian berawal pada pada Minggu, (26/9/21) sekira pukul 11.00 WIB, rumah JSU warga Rawa Roko Bojong Rawa Lumbu RT 001/RW 001 Kelurahan Bojong Rawa Lumbu Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi didatangi oleh tiga orang laki-laki inisial NS, S dan M.

Diduga membawa senjata sejenis senjata api (Senpi) tiga pelaku pengancaman terhadap Jatnika Surya Utama (JSU) wartawan media cetak dan online Fakta Hukum Indonesia (FHI) di laporkan ke Polres Metropolitan Bekasi Kota.

Saya kaget ada yang ketok pintu lalu saya buka dan ternyata ada empat orang laki-laki di depan rumah saya, salah satu dari mereka adalah RT saya, yang tiga orang saya tidak kenal, sementara suami sedang di luar,” kata Erni Suherni istri JSU kepada awak media, di halaman Mapolres Kota Bekasi.

Baca Juga :  Ketua MAC KPMP Jatiasih Resmi Dikukuhkan

Selanjutnya Erni pun saat itu menghubungi suaminya untuk segera pulang, mengingat satu diantara tiga tamu tersebut berbicara dengan suara tinggi seperti emosi.

“Saya takut terjadi apa-apa dan langsung telpon suami saya supaya segera pulang, dan sesampainya di rumah, suami saya langsung di bentak suruh ikut dan masuk ke dalam mobil, saya ikut tidak boleh, bahkan RT saya pun tidak boleh ikut, akhirnya suami saya dibawa entah kemana,” ujar Erni.

Selanjutnya, Jatnika Surya Utama (JSU) menyampaikan bahwa di dalam mobil dirinya di intimidasi di introgasi, diancam akan dibuang di tol bahkan diancam akan di tembak menggunakan sejenis senjata api.

Dalam perjalanan menuju rumah Sanam Syahrial rekanan JSU yang berada di Kp. Pulo Sumber Jaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, JSU terus mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan penuh ancaman.

Baca Juga :  Ketua MAC KPMP Jatiasih Resmi Dikukuhkan

“Betul saya dipaksa masuk kedalam mobil untuk menuju rumah rekan saya, diperjalanan hingga sampai di rumah Sanam, saya diancam akan ditembak, dibolongin di bentak-bentak di intimidasi, di introgasi hingga saya shock tidak ada celah untuk melakukan pembelaan atau berbicara apapun,” papar JSU.

Sementara itu, Ade Muksin selaku Ketua PWI Peduli Bekasi sekaligus Pemimpin Redaksi Media Cetak dan Online Fakta Hukum Indonesia (FHI) mengatakan bahwa peristiwa yang menimpa JSU harus diusut sampai tuntas.

“Saya percayakan sepenuhnya pada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian yang menimpa JSU wartawan FHI dan ini akan kami kawal bersama rekan-rekan wartawan,” ungkap Ade.

Ade menambahkan, apapun yang melatar belakangi peristiwa tersebut, ancaman dengan menggunakan senjata api, mengintimidasi, mempersekusi dinilai perlu adanya tindakan lanjutan dari pihak yang berwajib.

Baca Juga :  Ketua MAC KPMP Jatiasih Resmi Dikukuhkan

“Apapun itu, yang namanya sudah mengancam, terlebih menggunakan sejenis senpi, tetap tidak dibenarkan di dalam hukum, jadi si pelaku pengancaman harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya,” pungkas Ade.

Lanjut Anggie, Dimana seharusnya berdasarkan teori perlindungan hukum semua warga negara mendapatkan perlindungan hukum sehingga menimbulkan rasa aman nyaman dalam hidup dan kehidupannya.

Jelas perbuatan ini harus segara di usut tuntas karena perbuatan ini jelas melanggar hukum dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum oleh pelakunya.

Jangan sampai masyarakat Indonesia merasa tidak mendapatkan perlindungan hukum Terlebih perbuatan ini menimpa seorang yabg berprofesi sebagai wartawan yang dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-undang jika dalam menjalankan Profesinya terdapat kesalahan tidak perlu dilakukan kekerasan secara personal namun dapat ditempuh jalur hukum yang telah diatur Undang-undang. (Red/jerry)

Pos terkait