PAD dari Alat Berat Baru Masuk 52 Persen

  • Whatsapp

LAMPUNG SELATAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari penyewaan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan baru tercapai 52 persen atau Rp78 juta dari target PAD 2019 sebesar Rp150 juta. Pasalnya, banyak alat berat dipakai Pemkab Lamsel.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU-PR Lampung Selatan Agustinus Oloan mengatakan dari 17 unit alat berat dari berbagai jenis terdapat 5 unit alat berat yang mengalami rusak berat yakni, satu Eksavator tahun 1999, satu unit kendaraan greder (1994), dan 3 unit wales (1994). Oleh sebab itu, kata Agustinus Oloan, pada 2020 mendatang pihaknya telah mengajukan penambahan satu unit eksavator.

Baca Juga :  Polemik Penyebrangan Bakauheni- Merak Petugas Menolak Kartu Vaksin, Penumpang Wajib Swab Antigen

“Hingga kini realisasi PAD dari penyewaan alat berat baru tercapai sebesar Rp78 juta dari target sebesar Rp150 juta. Sebab, banyak alat berat yang dipakai oleh Pemkab Lamdel dan hal itu tidak ditarik biaya sewanya,” ujar dia, seperti dilansir Lampost.co, Rabu (18/12/2019).

Sementara Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengecek secara langsung jumlah dan kondisi alat berat yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lamsel. Sebab, dirinya tidak mau hanya menerima laporan saja.

Berdasarkan hasil pengecekannya yang dilakukan pada Rabu,18 Desember 2019 siang, diketahui ada jumlah alat berat yang kondisinya rusak berat lantaran termakan usia.

“Selama inikan kita nggak tahu, berapa barang yang ada, berapa yang rusak dan beraktivitas untuk apa. Makanya, kita turun ke lapangan untuk mengecek dan mendata secara langsung. Memang, masih ada alat berat kita yang sudah tua buatan 1994,” ujarnya.

Baca Juga :  Ops. Patuh Krakatau 2021 Upayakan Tindakan Preventif dan Preemtif

Dia pun mengatakan, pihaknya kini masih akan mempelajari terkait kondisi alat berat yang ada. Apakah nantinya akan dilakukan penambahan alat berat baru atau seperti apa. Mengingat, keberadaan alat berat tersebut salah satu penyumbang PAD.

“Kalau ditanya butuh, kita sangat membutuhkan. Sebab, untuk mendukung pembangunan daerah. Tapi, kita lihat dulu dari segi kebutuhannya, sejauh mana Pemkab Lamsel membutuhkan hal itu,” katanya.

Terkait dengan kondisi alat berat yang rusak, Nanang menegaskan akan dilihat terlebih dahulu, apakah masih bisa diperbaiki atau seperti apa.

“Ya, kalau masih bisa diperbaiki diperbaiki ya, kita perbaiki. Kalau tidak bisa ya kita lihat nanti untuk mencari langkah selanjutnya. Apalagi, kita punya tim untuk cari solusinya,” tegas Nanang. (*)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.