Ormas Perpat dan LSM Gebrak Kepri Minta Masalah Foto Mirip Walikota Segera Ditindaklanjuti

  • Whatsapp
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) DPD Provinsi Kepri, Sholihin/foto Ist

TANJUNGPINANG – Wakil Ketua (WK) Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Anak Tempatan (DPD Perpat Tanjungpinang), Said Ahmad Syukri (SAS) meminta semua pihak serius dalam penanganan kasus dugaan asusila yang menyeret nama Walikota Tanjungpinang, Rahma.

Pasalnya, SAS menilai bahwa perseolan ini cukup serius karena diduga melibatkan Kepala Daerah dan harus segera dicari pembuktiannya.

“Kita minta agar dugaan tersebut dibuktikan secara terang benderang dipublik disertai dengan bukti – bukti. Jika tidak katakan tidak. Jika benar buktikan dengan Bukti yang jelas dan jika itu salah lanjutkan ke ranah hukum,” tegasnya, melalui media WhatsApp, Kamis(5/8) pagi.

Kata SAS hal ini sudah sangat mencoreng Provinsi Kepulauan Riau dan menjadi yang pertama dalam sejarah Kepri.

Baca Juga :  Lanud RHF Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H

“Ini sejarah terburuk di Kepri jika benar,” ungkapnya.

Hal senada juga disebutkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) DPD Provinsi Kepri, Sholihin mendesak Walikota Tanjungpinang, Hj Rahma melalui kuasa hukumnya Agung Wira Dharma, SH untuk segera melaporkan hal ini

“Sekarang ini sudah merebak, baik itu media sosial ataupun segala macam pada prinsipnya harus cari pembenaran dalam arti kata pihak walikota ataupun melalui kuasa hukumnya harus mengklirkan masalah ini supaya jangan ada multitafsir kalau memang tidak terbukti penyebar hoax ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya,” sebutnya.

Karena menurutnya peristiwa ini buming setelah adanya Pernyataan dari akun Facebook Wilona Puspita Ningrum yang menyebutkan nama Walikota Tanjungpinang, Rahma didalam status media sosialnya.

Baca Juga :  DPD AWPI Provinsi Lampung Resmi Tetapkan Agus Medi Plt AWPI Way Kanan

“Sekarangkan tergantung dari pihak walikota kalau memang mau pembersihan harus segera melaporkan hal ini karena nama Walikota muncul setelah adanya pernyataan dari Facebook pertama kali Wilona Puspita Ningrum,” ungkapnya.

Karena menurutnya, setelah adanya laporan dapat Pihak Kepolisian dapat bekerja mencari kebenaran akan dugaan foto tersebut.

“Biar pihak aparat yang bekerja. Karena aparat hukum kalau sudah ada laporan pasti akan diproses. Kalau misalnya benar salahnya biarlah pihak kepolisian yang menentukan. Terkait masalah keaslian foto atau gimana,” tutupnya. (*/ahi)

Pos terkait