MTM Tuding Proyek APBN 2021 di Lampung Diduga Bermasalah

  • Whatsapp
Pembangunan jalan lingkar ITERA

Lampung – Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung menyikapi beberapa realisasi Pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari APBN 2021 yang diduga bermasalah. Hal tersebut diungkapkan Dewan Direktur MTM Lampung, Ashari Hermansyah, dalam rilis yang disampaikan kepada Insan Media, Sabtu (04/09/2021)

Ashari mengatakan bahwa Saat ini pihaknya sedang melakukan survei, monitroing dan evaluasi (MONEV) terhadap beberapa Proyek Infrastruktur, “Dan Rata-rata semuanya diduga bermasalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil monitoring yang dilakukan evaluasi sementara, untuk pertama kali dapat kami sampaikan antara lain, Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda (Pantai Sukaraja) Kabupaten Lampung Selatan

dengan menggunakan APBN 2021 oleh PT. Basuki Rahmanta Putra dengan nilai sebesar Rp. 67.786.022.202,80, Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda (Pantai Maja) Kabupaten Lampung Selatan APBN 2021oleh PT. Mina fajar abadi dengan nilai Rp. 38.061.681.300, Pembangunan Rumah Susun Universitas Lampung Bandar Lampung menggunakan dana APBN 2021 oleh PT. SIHYONG JAYA PERSADA dengan nilai Rp. 11.659.239.900, Pembangunan Rumah Susun Institut Teknologi Sumatera (Itera) Bandar Lampung menggunakan dana APBN 2021 oleh PT. Pubakot Jaya Abadi dengan nilai Rp. 23.436.035.084

Kemudian, Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kua Kecamatan Panjang Bandar Lampung menggunakan dana APBN 2021 oleh CV AULIA AKBAR, sebesar Rp. 996.974.457, Pembangunan Gedung Balai Nikah Dan Manasik Haji Kua Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung menggunakan dana APBN 2021 oleh CV. LOGAKATA dengan nilai Rp. 966.458.913, Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Rehabilitasi Bangunan Gedung Kantor Permanen menjadi 2 Lantai, Penataan Ruang Kantor dengan Partisi Kaca Transparan, Pemasangan Paving Blok Halaman Belakang Kantor Wilayah Lampung dan Rehabilitasi Rumah Negara Golongan I Tipe C Permanen (3 unit) pada Kantor Wilayah Kemenkumham oleh Cv.Tiga Jayautama dengan dana Rp.5.228.521.650,88, dan Pembangunan Jalan Lingkar Itera Kabupaten Lampung Selatan menggunakan dana APBN 2021 oleh PT.BANGUN YODYA PERSADA dengan nilai Rp. 19.953.491.000

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampura Diduga Aniaya Wartawan

“Pada Pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda (Pantai Sukaraja), dan juga Pantai Maja, kami menduga terdapat beberapa item pekerjaan bermasalah, diantaranya, Galian C, pekerjaan Revetmen, pekerjaan Tanggul dan juga Drainase,” paparnya.

Dirinya dalam waktu dekat akan menyampaikan Surat Klarifikasi dan Konfirmasi kepada Satuan kerja (SATKER) Terkait untuk meminta jawaban klarifikasi secara tertulis terhadap dugaan-dugaan pekerjaan bermasalah.

“Acuan kami dalam menjalankan MONEV, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara laiin, Peraturan presiden republik indonesianomor 16 tahun 2018 Tentang pengadaan barang/jasa pemerintah Pasal BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 24. Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Peraturan pemerintah nomor : 45 tahun 2017, tentang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintah daerah,”

“Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik peraturan menteri peraturan menteri pekerjaan umum nomor: 45/prt/m/2007 tentang pedoman teknis pembangunan bangunan gedung negara, Peraturan menteri PUPR Nomor: 14 tahun 2020 tentang standar dan pedoman pengdaan barang dan jasa, Surat edaran menteri PUPR nomor : 15/SE/M/2019 tentang, tata cara penjaminan mutu dan pengendalian mutu pekerjaan konstruksi di kementerian PUPR,”

Baca Juga :  Program Pemutihan Pajak Kendaraan Akan Berakhir

“Peraturan Menteri PUPR nomor : 10 tahun 2021 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan kerja (K3), Surat Edaran nomor : 02 /SE/Db/2018, tentang Spesifikasi umum Bina marga 2018 untuk pekerjaan Jalan dan Jembatan, surat edaran menteri pekerjaan umum no. 07/se/m/2010 tentang pemberlakukan pedoman pelaksanaan konstruksi bangunan pengaman pantai dan Peraturan Perundang-undang lainya yang berlaku,” jelasnya

Ashari mengungkapkan, “Kalau untuk pekerjaan jalan yang perlu diperhatikan adalah struktur bagian-bagian jalan, seperti pekerjaan perkerasan, Drainasenya, jenis dan mutu agregate yang digunakan, kemudian pekerjaan Lean concrete (LC), common embankment (Timbunan Tanah), Rigid pavement, dan juga memperhatikan volume ketebalan AC BC dan Juga AC WC,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, “Sementara Konstruksi Banguana Gedung, kami lebih fokus pada pekerjaan Struktur pem besian, seperti pekerjaan boorpile, Foot plat, sloof beton, Kolom beton, Balok beton, Plat lantai, bordes dan lainya.tambahnya.

Ashari juga meminta kepada satuan kerja di masing-masing instansi untuk lebih fokus melakukan pengawasan, dan juga oknum-oknum petugas keamanan dari unsur masyarakat jangan sekali-kali menghalangi insan pers maupun lembaga lainya yang sedang Monitoring, karena hal ini berdampak pada persoalan hukum nantinya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Eva Dwiana Tinjau PTM Hari Pertama

Terpisah, Pelaksana Lapangan PT. Basuki Rahmanta Putra pada Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda (Pantai Sukaraja), Nainggolan menuturkan “Saat ini pelaksanaan pekerjaan dalam tahap penyusunan batu bolder dengan pekerjaan pembuatan tanggul dari tanah, Diatas tanah tersebut akan diberikan pasangan paping blok, rumput untuk jogging treck , dan pada sisi miring akan diberikan pekerjaan glas blok pada bagian kemiringan tanggul,” ucapnya.

Ia menjelaskan, “Pekerjaan pantai ini memiliki ,panjang sekitar 2.200 meter, yang menjorok kesungai 40 meter, ketinggian 4 meter diatas permukaan laut dibawah air laut sekitar 2 meter , kalau Limit pelaksanaan pekerjaan sekita bulan Oktober 2021,” jelas Nainggolan.

Dia juga berharap kepada masyarakat sekita harus dapat berinovasi, jangan sampai ketinggalan dengan penduduk yang akan datang nanti.

“Kalau sampai ketinggalan, nantinya penduduk asli bisa kesingkir dengan adanya investor-investor yang lain, karena orang akan tertarik berinvestasi ketempat ini nantinya,” ujar Nainggolan kepada media.

Efendi selaku warga sekitar mengatakan, “Masyarakat disini dapat berkontribusi diproyek ini sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, selain itu tempat ini sangat bermanfaat sekali karena juga dapat menghindari gelombang laut yang tinggi dan abrasi pantai,” katanya.

Kemudian yadi selaku Humas pada pekerjaan tersebut juga mengatakan, “Warga disini terbantu dengan adanya proyek ini dengan menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Saat ditanya sumber Galian C yang diperoleh, yadi mengatakan batu material diperoleh dari sekitar Desa Canti, banding, Raja Basa (Lampung Selatan) ,dan Way Muli. (*)

Facebook Comments